09 May 2020, 07:45 WIB

Babel Genjot Produksi Padi 8 Ton per Hektare


MI | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) mendorong para petani di lumbung padi provinsi itu untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka sebagai upaya menjaga ketahanan pangan. Defisit beras yang sempat berhasil dikurangi, terjadi kembali di masa pandemi virus korona baru (covid-19).

Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan, mengakui, Babel merupakan salah satu provinsi yang rentan ketahanan pangannya. Oleh karena itu, ia meminta para petani untuk menggenjot produktivitas lahan mereka antara 7 ton-8 ton per hektare (ha), dari biasanya rata-rata 5 ton per ha.

"Banyak daerah-daerah (di Indonesia) yang sebelumnya surplus beras, mungkin sekarang menjadi kurang. Maka dari itu, kita dorong terus petani kita agar meningkatkan tanaman padi," kata Gubernur saat mengunjungi salah satu sentra padi Babel, yakni Desa Rias di Kabupaten Bangka selatan, kemarin.

Ia mengatakan, peningkatan produksi padi juga merupakan salah satu upaya Babel dalam menghadapi masa recovery akibat pandemi. "Kita harus recovery secepatnya. Salah satu targetnya memperluas lahan tanam dan mengoptimalkan produksi per hektare," tuturnya.

Dalam upaya ketahanan pangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu bersama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) TNI-AL Bengkulu menanam satu juta bibit tanaman pekarangan. Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengatakan tanaman sebanyak itu akan ditanam di pekarangan dan lahan kosong milik warga.

Untuk membeli bibit tanaman produktif, seperti cabai, jagung, singkong, dan sayuran itu, ujarnya, Pemkot Bengkulu telah menyediakan anggaran sebesar Rp2,5 miliar. Sementara itu, panen raya pada April-Mei dan mulai mengalirnya bahan pangan impor, seperti bawang putih dan gula, membuat ketersediaan pangan di Jawa Tengah aman untuk 11 bulan hingga 12 bulan ke depan. Berdasarkan pemantauan, musim panen padi dan jagung masih berlangsung di beberapa daerah, seperti Kabupaten Semarang, Demak, Pati, Blora, dan Grobogan.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Purbalingga, Jawa Tengah, meminta para petani melaksanakan sistem pethuk supaya tidak kekeringan. Sistem pethuk ialah melakukan penyemaian sebelum panen sehingga selesai panen dan olah tanah, bibit siap langsung ditanam. (RF/MY/AS/LD/HT/DW/JL/FB/N-1)

BERITA TERKAIT