09 May 2020, 08:30 WIB

AS Tuding Tiongkok dan Rusia Bekerja Sama Sebar Konspirasi Korona


Basuki Eka Purnama | Internasional

AMERIKA Serikat (AS), Jumat (8/5), menuding Tiongkok dan Rusia meningkatkan kerja sama untuk menyebar narasi yang tidak benar terkait pandemi covid-19. Washington menyebut Beijing mengadaptasi teknik-teknik yang kerap digunakan Moskow.

"Sejak sebelum krisis covid-19, kami telah melihat meningkatnya level kerja sama antara Rusia dan Tiongkok terkait propaganda," ujar Lea Gabrielle, Koordinator Global Engagement Center Departemen Luar Negeri AS, yang bertugas melacak propaganda asing.

"Namun, seiring pandemi ini, kerja sama itu meningkat pesat. Kita melihat konvergensi itu sebagai hasil dari apa yang kami pandang sebagai pragmatisme antara dua aktor yang ingin membentuk pandangan publik mengenai pandemi covid-19 sesuai keinginan mereka," lanjutnya.

Baca juga: Prancis Catatkan 243 Kematian Baru Akibat Covid-19

Global Engagement Center, sebelumnya, mengatakan ribuan akun media sosial terkait Rusia telah menyebarkan teori konspirasi mengenai pandemi covid-19, termasuk menyebut virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan itu diciptakan oleh AS.

Tiongkok memicu kemarahan AS ketika seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mencicit teori konspirasi yang menyebut militer AS membawa virus itu ke Wuhan. Namun, kedua negara itu sukses berdamai pada akhir Maret setelah pembicaraan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menggelontorkan teori bahwa virus covid-19 berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan.

Baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan ilmuwan AS menegaskan tidak ada bukti yang bsia mendukung tudingan Pompeo itu. Mayoritas ilmuwan di dunia menyebut covid-19 muncul dari pasar di Wuhan yang menjual hewan liar untuk dikonsumsi.

Duta Besar Tiongkok untuk AS Cui Tiankai, beberapa waktu terakhir, menyebut ada upaya untuk menyebut fakta obyektif sebagai disinformasi dan propaganda.

"Di balik mindset 'Selalu salahkan Tiongkok' ada kepentingan politik. Hal itu dilakukan sejumlah orang demi mendapatkan keuntungan politik," ungkap Cui dalam artikel di Washington Post.

Adapun Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan dirinya menolak adanya upaya untuk menyalahkan Tiongkok atas pandemi covid-19. "Kami akan berdiri di sisi Tiongkok dalam hal ini!" (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT