09 May 2020, 08:20 WIB

Sarinah Menuju Etalase UMKM Moderen


SITI RETNO WULANDARI | Megapolitan

‘UNTUK cerita yang pernah ada di sini. Untuk kenangan yang terukir di sini. Terima kasih untuk momen kebersamaan yang tidak pernah terlupakan’. Begitu tulisan perpisahan dari manajemen restoran cepat saji McDonald’s Sarinah Thamrin. Restoran yang telah melayani warga Jakarta selama 30 tahun itu tutup mulai Minggu (10/5/2020) nanti.

“Kami menyadari restoran McDonald’s di Sarinah Thamrin ini merupakan salah satu restoran kami yang penting dan sangat bersejarah. Tidak hanya bagi kami, namun juga bagi konsumen kami. Bukan hanya karena lokasinya yang strategis, namun juga karena banyak kenangan yang tercip ta di sana,” ujar Direktur Marketing Communications, Di gital, dan CBI McDonald’s In donesia Michael Hartono dalam sebuah siaran pers.

Seperti diketahui, penutupan terebut berkaitan dengan renovasi Gedung Sarinah yang akan mulai dilakukan pada Juni 2020 setelah Hari Raya Idul Fit ri 1441 H dan direncanakan selesai pada Mei 2021. *Pengumuman bakal tutupnya restoran cepat saji itu membuat jagat maya riuh. Ternyata, sebagian besar warganet punya kenangan dengan pusat perbelanjaan perdana di negeri ini.

Seperti yang diutarakan Nyoman Suarditha, 45, yang kerap pulang sekolah nongkrong di Sarinah bersama te man-temannya. Bermodal uang yang dikumpulkan bersama teman SMP saat itu, Nyoman hanya mampu membeli satu paket es krim buatan McDonald’s. Namun, itu hanya siasat agar mereka bisa menikmati suasana Jakarta bak orang tajir di mal mewah Sarinah seharian.

Pada kurun waktu 90-an, McDonald’s Sarinah mampu menarik banyak kaula muda karena jam operasionalnya yang buka 24 jam. Selain itu, di lantai lainnya juga terdapat Hardrock Cafe yang punya nilai gengsi tinggi untuk bercengkerama.

Sementara itu, Soemari, 76, punya kenangan lain. “Dulu saya masih bawa taksi presiden sekitar tahun 1974. Sarinah jadi tempat yang penuh kenangan karena saat itu hanya orang kaya yang mampu menyewa taksi. Dan itu banyak terdapat di Sarinah,” katanya.


Dukung UMKM

Deputi Produksi dan Pemasar an Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Victoria Simanungkalit mengungkapkan pusat pembelanjaan Sarinah yang menjadi ikon bersejarah Jakarta harus melakukan renovasi dan perubahan strategi bisnis. “Sarinah akan memfokuskan menjadi showroom atau etalase produk UMKM,” kata Victoria.

Hal itu, lanjutnya, untuk mendukung sepenuhnya produk lokal agar dapat mendapatkan kesemapatan bersaing dengan produk luar negeri. “Kalau terkait produk UKM, kami selalu mendukung pengembangan daya saing produk UKM agar diterima pasar global,” ujar Victoria.

Niat merenovasi gedung yang dibangun pada 1963 itu juga terlihat dari pesan media sosial Menteri BUMM Erick Thohir. ’Saya berkunjung ke Sarinah. Selain mencari beberapa barang untuk isi kantor, saya ingin melihat langsung proses bisnis dan juga kondisi Sarinah saat ini. Ternyata memang banyak hal yang harus dibenahi. Pembaruan perlu dilakukan untuk dapat tetap bersaing, na mun dengan tidak meninggal kan nilai sejarah dari Sarinah itu sendiri,’ bunyi caption Erick Thohir, 27 Desember 2019.

Sarinah diresmikan pada 1967 oleh Presiden Soekarno. Kala itu Presiden Soekarno mengamanatkan Sarinah harus menjadi pusat perdagangan dan promosi barang produksi dalam negeri, khususnya hasil pertanian dan perindustrian rakyat.

“Dari Mbok Sarinah, saya mendapat pelajaran mencintai orang kecil. Ia orang kecil, tapi jiwanya selalu besar. Sarinah adalah satu nama biasa, tetapi Sarinah yang ini bukanlah wanita biasa. Dia orang yang paling besar pengaruhnya dalam hidupku,” kata Soekarno dalam bukunya yang bertajuk Sarinah Kewajiban Wanita dalam Perdjoeangan Repoeblik Indonesia. (Sru/Iam/J-1)

BERITA TERKAIT