09 May 2020, 06:20 WIB

KNPI Babel Minta Pusat Longgarkan Aturan Sektor Tambang


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

UNTUK memulihkan perekonomian di tengah pandemi covid-19, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendesak Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan menyuarakan kepada pemerintah pusat, agar  segera memberikan stimulus ekonomi berupa relaksasi/pelonggaran Peraturan Menteri ESDM terkait persyaratan Rencana Kerja dan anggaran Biaya (RKAB).

Ketua KNPI Babel, Muhammad Ilham mengatakan pandemi covid-19 melanda seluruh wilayah Indonesia, telah berimplikasi langsung pada kondisi sosial dan telah merusak tatanan perekonomian di Indonesia termasuk di Babel.

"Angka pengangguran bertambah, rendahnya daya beli, juga meningkatnya angka kemiskinan," kata Ilham. Sabtu (9/5).

Menurutnya tidak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini komoditas Timah masih menjadi penyumbang dan penyokong utama perekonomian Babel, selain komoditas pertanian dan komoditas lainnya. Namun kondisi saat ini, lanjutnya perusahaan-perusahaan tambang/eksportir komoditas timah terhenti beroperasi karena tidak memenuhi persyaratan RKAB pada Peraturan Menteri ESDM.

Untuk itu, KNPI meminta Gubernur Babel segera mengambil langkah sesuai kewenangannya sekaligus menyuarakan kepada pemerintah pusat, agar dapat segera memberikan stimulus ekonomi berupa relaksasi/pelonggaran Peraturan Menteri ESDM terkait persyaratan RKAB.

baca juga: NasDem Serahkan Bantuan Sembako

"Dengan kembali beroperasinya perusahaan-perusahaan pertambangan/eksportir timah, kita harapkan akan terbukanya lapangan kerja serta laju pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan data laju pertumbuhan ekonomi hanya 1,35% (yoy) pada triwulan pertama tahun 2020 serta pertumbuhan sektor pertambangan sebesar -7,91 pada kuartal pertama tahun 2020.(OL-3)

BERITA TERKAIT