09 May 2020, 07:05 WIB

Amien dan Zulkifl i tidak Bisa Disatukan Lagi


Medcom/P-5 | Politik dan Hukum

GEJOLAK di internal Partai Amanat Nasional (PAN) dinilai wajar. Petinggi partai berlogo matahari itu sudah tidak kompak.

“Persepsi Zulkifl i Hasan (ketua umum PAN) dan Amien Rais (ketua dewan kehormatan PAN) tak bisa disatukan,” kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, di Jakarta, kemarin.

Jerry melihat PAN tidak lagi harmonis seperti era Hatta Rajasa. Pasalnya, hubungan Hatta dan Amien kompak selama berpolitik.

Jerry tidak heran dengan kabar Amien yang hendak membentuk partai baru untuk bisa bersaing di Pemilu 2024. Dia menilai langkah itu diambil agar Amien lebih leluasa mengimplementasikan ideologinya.

“Kalau terjadi dualisme, otomatis satu pihak jadi oposisi dan Zulhas bisa berafiliasi dengan gerbong pemerintah,” ujar dia.

Jerry memprediksi sebagian kader PAN bakal pindah ke partai besutan Amien. “Barangkali ada sekitar 20% sampai 30% yang mundur,” ucap dia.

Isu keretakan di tubuh partai muncul setelah surat pengunduran putra sulung Amien Rais, Hanafi Rais, dari PAN beredar di kalangan media. Dalam surat tersebut, Hanafi tidak menjelaskan detail alasan pengunduran dirinya.

‘Bersama surat ini, saya menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan DPP PAN 2020-2025, dari ketua Fraksi PAN DPR, dan dari anggota DPR Fraksi PAN 2019-2024,’ tulis Hanafi dalam surat bertanggal 5 Mei 2020 itu.

Kendati begitu, polemik pengunduran diri Hanafi Rais dianggap tidak berdampak terhadap PAN. Hal itu karena Hanafi hanya mundur sebagai pengurus, bukan kader.

“Kan enggak mundur dari anggota dan kader PAN,” kata Wakil Ketua Umum, Viva Yoga Mauladi, Kamis (7/5).

Friksi dalam PAN terjadi pascakemenangan Zulkifli Hasan pada Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara. Zulkifli mengalahkan Mulfachri Harahap yang didukung Amien Rais. (Medcom/P-5)

BERITA TERKAIT