09 May 2020, 06:50 WIB

Prediksi The New Normal?


Lathifa Al Anshori Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial DPP Partai NasDem | Opini

HARI ini penulis merilis Survei Nasional NasDem Muda yang mempelajari kecenderungan generasi Y dan Z Indonesia menghadapi pandemi covid-19.

Hasilnya tidak banyak yang mengejutkan, tapi pasti membuat kita berpikir keras: ada pergeseran model gaya hidup yang akan terjadi pasca-covid- 19 berakhir.

Kapan akan selesai? Menurut Data-Driven Innovation Laboratory, pandemi ini akan 99% hilang dari Indonesia pada 21 Juni 2020 dan beres total pada 29 Agustus 2020, dua bulan setelahnya. Artinya, pada pertengahan tahun, kita akan merasakan kembali jantung ekonomi Ibu Pertiwi berdetak lagi walau belum normal.

Namun, apakah kegiatan terbanyak yang dilakukan anak muda selama #dirumahaja? Selama PSBB, lebih banyak kegiatan konsumtif ketimbang produktif. Ini tidak buruk menimbang bagaimana angka tersebut menyumbang pemasukan ke sektor ekonomi digital.

Nahasnya, selama omnibus law Perpajakan belum berlaku, kas negara dari sektor bisnis digital akan selalu bocor. Itu telah diperparah oleh munculnya covid-19 dan the new normal pascapandemi.

Selama dua bulan terakhir, banyak diskusi tentang bagaimana cara bisnis survive selama pandemi. Hampir semua menyarankan agar offl ine business merambah online business, dari mal kelas wahid, travel agent, hingga toko kerajinan. Intinya ialah mempermudah konsumen. Ini pun akan memengaruhi kegiatan sosial dan politik juga. Itu karena pas capandemi pekerja perlu memiliki skill set baru, yaitu ke mampuan bekerja online dan offline, karena online-offline experience menjadi lebih penting dari apa pun.


Analisis survei

Analisis survei menyatakan 25% anak muda mau berkontribusi dalam penggalangan dana online meskipun hanya 5% yang akan memberikan uang ketika dimintai uang secara langsung (offline). Uang anak muda memang belum berlimpah, tapi ada kepedulian merogoh kocek untuk menyumbang pada kegiatan positif.

Makin banyak sesi edukasi online didominasi generasi muda. Kemungkinan besar model ini akan bertahan pascapandemi. Penyelenggara acara harus menciptakan experience baru agar acara sukses. Hati-hati mark-up tinggi biaya produksi kegiatan online karena sebagian besar stakeholders berasal dari generasi senior yang tidak familier dengan value produk digital.

Ironisnya, praktik ini justru dilakukan generasi muda yang lebih melek value produk digital dalam layanan pelatihan daring yang baru-baru ini marak. Layaknya seni, produk digital kadang overpriced. Pembagian masker menjadi kegiatan lapangan yang favorit, disusul pemberian sembako dan penyemprotan disinfektan. Ini dapat diartikan concern anak muda saat ini ialah sehat, perut, dan bersih. Inilah tiga pilar utama yang harus dijaga dalam the new normal.

Isu kesehatan Tanah Air ialah tantangan berat karena ke pedulian orang Indonesia ter hadap jaminan kesehatan sangatlah rendah. Menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), rata-rata total pengeluaran kesehatan di dunia ialah US$ 3.994/kapita. Sementara itu, di Indonesia hanya US$ 301/kapita, tidak sampai 10%-nya.

Tak mengherankan jika mayoritas anak muda ingin pekerjaan di bidang informasi, bukan di bidang kesehatan (posisi kedua). Big data ialah ‘emas’ baru. Bisa jadi unicorn berikutnya ialah perusahaan yang berhasil mengombinasikan sistem informasi dan kedokteran dalam satu platform.

Jadi, apa yang dimau masyarakat sebagai solusi ekonomi akibat covid-19? Pertama, bantuan langsung tunai (BLT), disusul subsidi ke berbagai sektor, stimulus pajak, lalu kebutuhan lapangan kerja. Artinya, masyarakat sedang kha watir dengan kebutuhan dasar yang berbayar.

Selanjutnya, baru butuh stimulus pariwisata. Tampaknya meski orang sudah bosan di rumah, sebagian besar mereka tidak akan langsung piknik setelah PSBB. Namun, berusaha agar keadaan rumah tangga kembali normal dahulu. Terlebih, responden menganggap keluarga lebih penting dari kesehatan dan karier.

Sebagai Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial di DPP Partai NasDem, tentu pe nulis bersukacita melihat ang ka tingginya kepuasan ma syarakat terhadap NasDem memperjuangkan kepentingan anak muda.

NasDem menjadi partai dengan generasi milenial terbanyak di Senayan, pun banyak jadi unsur pimpinan dewan dan ketua fraksi di daerah. Jalan ke depan masih panjang dan penuh tantangan, tapi Partai NasDem tidak takut dengan perubahan.

Masa pandemi covid-19 akan menjadi masa yang dikenang sepanjang sejarah. Ketika normal baru berlaku, semua harus siap. Indonesia tidak sanggup untuk jatuh ke middle income trap (jebakan kelas menengah) yang menghantui bangsa ini jika GDP per kapita Indonesia tidak sampai ke atas US$ 12.475 di 2034.

Dengan adanya pandemi, ini bukan ‘maju-mundur, cantik,’, tapi sudah maju-mundur, kena. Saya menyukai apa yang dikatakan Maya Angelou, “when you know better, you do better,” – ketika kamu tahu lebih baik, kamu lakukan yang terbaik.

BERITA TERKAIT