09 May 2020, 06:20 WIB

Vitamin D dan Mortalitas Covid-19


Sciencedaily/Hym/X-7 | Humaniora

TIM peneliti yang dipimpin Northwestern University di Evanston, Illinois, AS, menganalisis data pasien dari rumah sakit dan klinik di 10 negara, yaitu Tiongkok, Prancis, Jerman, Italia, Iran, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. Mereka menemukan korelasi antara kadar vitamin D yang rendah dan sistem kekebalan hiperaktif. Vitamin D memperkuat kekebalan bawaan dan mencegah respons imun yang terlalu aktif. Temuan itu dapat menjelaskan mengapa anak-anak tak mungkin meninggal karena covid-19.

Para peneliti menemukan korelasi kuat antara kekurangan vitamin D yang akut dan tingkat kematian. Tim mencatat pasien dari negara-negara dengan tingkat kematian covid-19 yang tinggi, seperti Italia, Spanyol, dan Inggris, memiliki tingkat vitamin D yang lebih rendah daripada pasien di negara-negara yang tak terkena dampak parah.

“Namun, kami memperingatkan temuan itu bukan untuk mendorong semua orang mengasup vitamin D. Ini perlu studi lebih lanjut,” kata Vadim Backman, salah satu peneliti. (Sciencedaily/Hym/X-7)

BERITA TERKAIT