09 May 2020, 03:20 WIB

Kejagung Berikan Pelayanan Penanganan Korona


Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) siap melayani masyarakat untuk percepatan penanganan virus korona (covid-19). Pelayanan dilakukan mulai dari kegiatan rapid test gratis, bakti sosial hingga pendampingan hukum.

"Kami siap untuk melakukan pendampingan-pendampingan dan di daerah-daerah kami sudah melakukan pendampingan-pendampingan di seluruh Indonesia," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat, (8/5).

Burhanuddin mengaku prihatin dengan masyarakat. Langkah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) dinilai sangat tepat.

"Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kan memerlukan dana, dan dana itu tentunya ada perubahan dalam anggaran," tandasnya.

Kejagung telah menerima 130 permohonan pendampingan hukum dalam proses refocusing anggaran penanganan covid-19 di sejumlah daerah. Total anggaran yang dilakukan pendampingan hukum saat ini sebanyak Rp7.388.324.119.818.

"Insyaallah kalau ada pengawalan-pengawalan, bukan pengawalan dalam arti fisik karena kami tidak punya punya manusia yang cukup banyak, tetapi pengawalan dalam arti secara yuridis yang secara hukumnya," imbuhnya.

Menurut Burhanuddin, pihaknya juga telah melakukan bakti sosial. Bantuan itu disalurkan kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

"Saya perintahkan seluruh jajaran di kejaksana untuk melakukan bakti sosial dan ini sudah berjalan," ujarnya.

Kejagung juga melakukan kegiatan pelayanan rapid test virus korona gratis. Kejagung telah menghabiskan 500 rapid test kit.

"Satu minggu yang lalu kami rapid untuk para tukang ojek, untuk sopir-sopir. Kemudian mungkin minggu berikutnya kami akan melakukan lagi itu," pungkasnya. (OL-8).


 

 

BERITA TERKAIT