09 May 2020, 03:15 WIB

Warga Surabaya tidak Disiplin, PSBB belum Maksimal


Faishol Taselan | Nusantara

PEMBATASAN Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Kotra Surabaya, Jawa Timur masih kurang maksimal. Tingginya angka kematian dan jumlah positif Covid-19 yang terus berkembang menjadi salah satu indikator.

"Angka kematian dan pertambahan positif covid masih tinggi khususnya di Surabaya. Sementara itu menjadi parameter sukses dan tidaknya PSBB," kata Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid 19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi di Surabaya, Jumat (8/5).

PSBB di Surabaya sudah berjalan sejak sejak 28 April lalu. Namun, tingkat disiplin warganya masih sangat rendah sehingga jumlah positif  Covid-19 terus bertambah.

Menurutnya, secara umum pelaksanaan PSBB tidak bisa disebut gagal atau berhasil mengingat ada beberapa parameter yang belum menunjukkan  signifikasi penurunan seperti yang positif dan angka kematian. Namun, diakuinya di Kota Surabaya belum ada perkembangan signifikan terkait penularan Covid-19. Kondisi ini terjadi karena tingkat kesadaran masyarakat yang rendah dalam upaya mencegah penularan Covid 19.

"Pola perilaku masyarakat bisa anda lihat. Protokol kesehatan yang harus dijalankan tidak dilakukan secara disiplin, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, maupun tidka keluar rumah. Semua tidak dilakukan secara maksimal. Akhirnya seperti ini, PSBB tak maksimal," ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan PSBB tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Ia menyebut semua pihak harus terlibat terutama masyarakat.

"PSBB tidak mungkin dilaksanakan sendiri oleh pemerintah. Masyarakat harus terlibat. Namun apa ada kondisinya seperti ini. Ini saya sampaikan berdasarkan kajian ilmiah," ujarnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT