09 May 2020, 03:15 WIB

Tantri Kotak Membantu yang di Belakang Layar


Galih Agus Saputra | Humaniora

PANDEMI covid-19 (virus korona) yang menyebar secara masif di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, tak hanya berimbas pada sektor kesehatan, ekonomi, ataupun pariwisata.

Sektor lain yakni hiburan dan seni budaya turut terguncang. Sejumlah pameran, konser, pertunjukan, atau festival pun ikut ditunda atau bahkan dibatalkan. Masalah seperti itu tidak dapat dimungkiri juga berdampak langsung pada pekerja seni yang menggantungkan hidup dari panggung ke panggung. Dalam merespons persoalan tersebut, musikus Tantri Syalindri Ichlasari berupaya mengatasinya dengan membantu menggalang donasi untuk para pekerja di balik panggung atau tim produksi.

Tantri Kotak, begitu rocker itu dikenal, menjelaskan bahwa kini pandemi telah memaksa dirinya untuk menikmati hari tanpa tahu kapan dapat berjalan kembali. Melalui akun Instagram @tantrisyalindri, ia menambahkan bahwa hal itu juga dirasakan tim yang selama ini telah menemani di sepanjang pertunjukan band Kotak, yakni Kotakatik Official.

‘Team produksi yang sudah pasti hanya mengandalkan pendapatan dari sebuah pertunjukan, bagaimana nasib mereka? Yups mereka pun
merugi dan harus memutar cara untuk mendapatkan penghasilan demi hidup esok hari. Yuk, kita bantu donasi u/ semua crew panggung band2 atau penyanyi dan musisi yang terlibat’, imbuh perempuan kelahiran Tangerang, Banten, itu, Kamis (7/5).

Pada saat sama, Tantri menjelaskan bahwa dirinya menggelar acara bincang dengan personel Kotak dan tim produksi. Dalam acara itu,
ia mengatakan bahwa siapa pun yang ingin mengirimkan bantuan dapat berdonasi melalui rekening atas nama M Jimmy Ramadhan Maukar, inisiator gerakan Rabu Seru yang tengah menggalang program donasi untuk membantu para kru panggung.

Program yang dinamai Dari Musisi untuk Crew sudah dimulai sejak 27 April dan direncanakan tuntas pada 14 Mei. Program tersebut menghadirkan puluhan musikus yang ‘ngamen’ dari rumah. Selain Tantri, ada sederet nama lain, seperti D’Masiv, Cokelat, Naff, Rain, Audy, Kerispatih, Marcell, Souljah, dan The Groove.


Kangen manggung

Pandemi korona yang menuntut pembatasan jarak dan sosial juga membuat pelantun lagu Terbang itu kangen suasana konser atau manggung. Dalam sebuah unggahan, ia mengaku rindu dengan perjalanan bersama personel dan tim untuk menemui para penggemar yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

‘Kangen suasana bandara dikelilingi tumpukan hard case ini menyapa sudut kota dan penghuninya. Bahkan, senyum simpul kerabat
yang sudah menunggu dari pagi untuk menyambut kami. Serindu itu..’, tulis Tantri.

Hal serupa juga dirasakan Swasti Sabdastantri. Basis Kotak yang akrab disapa Chua itu merindukan penggemar atau ‘Kerabat Kotak’,
yang di berbagai kesempatan selalu meluangkan waktu untuk hadir di konser. Secara pribadi, ia juga mengaku sering kagum dengan kebiasaan penggemar yang rela datang jauh-jauh meski hanya mengendarai sepeda motor. “Itu suatu apresiasi tinggi yang kita kangeni juga,” katanya dalam siaran langsung.

Momen-momen seperti ini, menurut mereka, juga telah membuat segala sesuatu yang semula tampak biasa menjadi lebih berharga. Pada kesempatan selanjutnya, apabila pandemi korona telah mereda, Tantri bahkan ingin lebih banyak mengeskplor sambil mengabadikan kota yang dikunjunginya. (M-2)


 

BERITA TERKAIT