09 May 2020, 06:15 WIB

Lonjakan Kasus Baru Dipicu Transmisi Lokal


DW/MS/YK/RF/AT/BY/AD/N-3 | Nusantara

KASUS positif pandemi virus korona baru (covid-19) terus bertambah. Penyebabnya terutama lewat transmisi lokal.

Di Sumatra Selatan (Sumsel), hingga kemarin tercatat 227 pasien positif covid-19 atau terjadi penambahan 17 kasus. Juru bicara penanganan covid-19 Sumsel, Yusri, mengatakan penularan di provinsi itu kian masif, terutama lewat transmisi lokal.

Menurut catatan, penambahan 17 pasien positif pada Kamis (7/5) ialah 6 orang dari Palembang, 8 dari Lubuklinggau, dan masing-masing 1 orang dari Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), dan Muratara.

“Untuk kasus positif di Muara Enim dan Mura­tara masih dalam penyelidikan, apakah transmisi lokal atau kasus impor. Tapi untuk Palembang, Lubuklinggau, dan OKU merupakan kasus transmisi lokal,” terang Yusri.

Bertambahnya kasus positif baru tersebut, lanjutnya, menjadi alarm bagi masyarakat di Sumsel agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dari pemerintah.

Karena itu, masyarakat diminta tetap disiplin menjalankannya. Disiplin yang dimaksud ialah untuk tetap di rumah dan tidak keluar tanpa ada urusan mendesak, menjauhi keramaian, serta tidak berkerumun. Selain itu, jika keluar rumah, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Huda Tri Yudiana, mengatakan kasus transmisi lokal penularan covid-19 di wilayahnya harus segera diikuti langkah pencegahan masif dan serius.

“Saat ini belum ada perubahan tindakan yang signifikan terkait tindakan pencegahan jika dibandingkan dengan ketika belum terjadi transmisi lokal. Langkah dan kebijakan masih umum dan sama saja, padahal kondisinya sudah sangat berbeda,” kata Huda.

Menurutnya, tempat-tempat umum tetap ramai. Sebagai contoh, sejumlah pasar tradisional ataupun modern tetap ramai dan minim pelaksanaan prosedur tetap (protap) pencegahan. Selain itu, banyak warga tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, dan tidak mematuhi protokol penanggul­angan covid-19 seolah tidak ada apa-apa.

Petugas juga jarang terlihat di tempat ramai untuk mengingatkan warga agar taat protap. “Kita tidak boleh panik, itu betul, tapi kehilangan kewaspadaan itu membahayakan,” tukasnya.

Pelacakan

Di Provinsi Bangka Belitung (Babel) pemerintah daerah setempat berupaya mencegah transmisi lokal covid-19 dengan cara melakukan pelacak­an (tracing) dan rapid test. Ketua Sekretariat Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Babel, Mikron Antariksa, mengatakan hingga kini sudah ada tiga kasus transmisi lokal covid-19 di provinsi itu.

Sebagai antisipasi agar transmisi lokal tidak terus menyebar, menurut Mikron, pihaknya terus melakukan tracing dan rapid test jika ada pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. “Ada yang positif, kita langsung bergerak melakukan tracing untuk mencari tahu pasien kontak erat dengan siapa saja selain keluarga,” jelasnya.

Setelah itu, tim medis akan melakukan rapid test terhadap orang-orang yang kontak langsung termasuk keluarga. “Dengan gerak cepat begini, kita bisa lebih cepat untuk memutuskan penyebaran,” urainya.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Penanggul­angan Covid-19 Kabupaten Sorong, Mohammad Said Noer, mengatakan pengambilan sampel swab test terhadap 14 warga serta keluarga mereka dilakukan kemarin. Hal itu setelah perlengkapan swab test tiba di Sorong pada Kamis (7/5). (DW/MS/YK/RF/AT/BY/AD/N-3)

BERITA TERKAIT