09 May 2020, 02:40 WIB

Bermain Sepak Bola Lebih Aman daripada ke Supermarket


Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola

SLOGAN itu yang mulai dilemparkan Liga Premier yang sedang menyusun program Project Restart. Kompetisi Liga Inggris bersiap
digulirkan kembali. 

Harapannya, mulai 18 Mei para pemain sudah bisa berlatih dan 8 Juni kompetisi akan bisa diputar kembali. Tinggal sembilan pertandingan tersisa untuk musim kompetisi kali ini. Liverpool bahkan hanya membutuhkan dua kemenangan untuk merebut gelar pertamanya sebagai juara Liga Premier.

Semua keputusan itu kini berada di tangan PM Boris Johnson. Minggu ini, ia akan menyampaikan pidato nasional tentang akan dicabut atau tidaknya lockdown di Inggris yang sudah berlangsung sejak 13 Maret yang lalu.

Menteri Digital, Kebudayaan, Olahraga, dan Media Inggris Oliver Dowden sudah memberi restu bagi dilanjutkannya musim kompetisi Liga Premier. Hanya, pertandingan yang tersisa itu harus dilakukan di tempat yang netral dan tanpa penonton. Selain itu, perlu dilakukan protokol kesehatan ketat. Semua yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan harus menjalani tes kesehatan dan dinyatakan bebas covid-19. Setidaknya ada 40 ribu orang yang harus melakukan pemeriksaan dan itu membutuhkan biaya sekitar 4 juta pound sterling (sekitar Rp80 miliar).

Namun, tim dokter yang ada di klub-klub tetap mengkhawatirkan masalah kesehatan pemain. Sebab,tidak mungkin bermain sepak bola dilakukan dengan menjaga jarak. “Dalam kondisi tidak mungkin menjaga jarak, lalu bagaimana kita menjamin tidak akan terjadi penularan virus,” ujar seorang dokter.

Satu lagi yang perlu mendapat kejelasan ialah masalah klaim asuransi. Apakah pihak asuransi masih mau membayarkan klaim apabila ada pemain yang terpapar covid-19 dan harus menjalani perawatan? 

Para pemain berada dalam kebimbangan untuk mau atau tidak mulai kembali berlatih dan menjalani kompetisi. Mereka dibayangi ketakutan karena Inggris menjadi salah satu negara di Eropa yang paling tinggi tingkat mortalitasnya. Sampai sekarang ini jumlah korban meninggal sudah mencapai 30 ribu jiwa dan jumlah itu masih terus bertambah.

Bintang Manchester City, Sergio Aguero, merupakan salah satu yang paling keras mengutarakan kekhawatirannya. “Mayoritas pemain sangat khawatir karena mereka memiliki keluarga, mereka punya anak, bahkan ada di antara mereka yang masih punya bayi,” kata pemain asal Argentina itu.

“Saya yakin ketika kami kembali ke lapangan, saya membayangkan semua akan merasa tegang, semua akan sangat berhati-hati, dan kalau ada di antara yang sakit akan langsung bertanya ‘apa yang terjadi di sana?’ Itu benar-benar membuat saya takut,” kata bekas menantu mahabintang Diego Maradona itu.


Masih mendua

Meski keinginan untuk menggulirkan kembali kompetisi begitu tinggi, cara melaksanakan masih berbeda-beda, terutama aturan untuk memainkan pertandingan di tempat netral dan tanpa penonton masih menjadi perdebatan.

Klub-klub papan atas tidak keberatan sama sekali dengan aturan itu. Namun, enam tim di papan bawah merasa pertandingan tanpa penonton merugikan mereka, terutama tiga klub terbawah yang menghadapi ancaman degradasi, membutuhkan dukungan pecintanya
untuk terhindar turun ke kasta di bawahnya.

Kepala Eksekutif Brighton, Paul Barber merupakan salah seorang yang menentang penyelenggaraan pertandingan tanpa penonton. Ia tetap menginginkan agar kelanjutan kompetisi diselenggarakan dengan carahome and away seperti biasanya.

“Kalau Jerman bisa melakukannya, mengapa kita tidak?” ujar Barber keheranan. “Kita memiliki stadion-stadion terbaik di dunia, kita mempunyai klub-klub terbaik di dunia, kita mempunyai penyelenggara kompetisi terbaik di dunia, mengapa lalu kita tidak bisa melaksanakan kompetisi seperti seharusnya. Saya yakin kita bisa menyelenggarakan pertandingan dengan tetap memperhatikan masalah operasional, komersial, kesehatan, dan juga keselamatan.”

Barber tidak menyangkal bahwa penyelenggaraan di tempat netral akan merugikan keuangan klubnya. “Saya tidak menyangkal kalau kami merasa dirugikan dengan penyelenggaraan pertandingan tanpa penonton. Apalagi, ada empat klub besar yang akan main di tempat kami, yakni Manchester City, Liverpool, Manchester United, dan Arsenal yang pasti akan banyak mendatangkan penonton,” tambah pimpinan Brighton itu.

Pendapat Barber didukung bos Aston Villa, Christian Purslow. Villa yang sedang berjuang untuk terhindar dari degradasi menilai pertandingan tanpa penonton akan menurun kan kualitas penyelenggaraan kompetisi. Keputusan mana yang akhirnya akan diambil dan ditentukan oleh kesepakatan yang akan diambil para pemilik klub. Dibutuhkan 14 suara untuk memastikan kompetisi bisa dilanjutkan dan itu dilakukan tanpa kehadiran penonton.

Mark Roberts, kepala polisi yang mengurusi pertandingan sepak bola, mengharapkan semua pihak agar menerima keputusan untuk melanjutkan kompetisi tanpa penonton. Itulah satu-satunya cara untuk menjamin bahwa tidak ada orang yang harus menjadi korban terpapar covid-19.


Bundesliga melenggang

Bundesliga sepakat untuk melanjutkan kompetisi tanpa penonton. Bahkan, mereka sudah menetapkan kompetisi akan kembali digulirkan mulai 16 Mei mendatang. Klub seperti Bayern Muenchen sudah melakukan persiapan menyongsong dilanjutkannya musim kompetisi.

Seluruh pemain sudah kembali berlatih di bawah kepemimpinan pelatih Hans-Dieter Flick. Jerman merupakan negara di Eropa yang mampu mengelola penanganan covid-19 dengan baik. Tingkat disiplin yang tinggi dari masyarakat Jerman membuat jumlah warga yang terpapar dan harus menjadi korban tergolong kecil. Dari sekitar 149 ribu kasus, 141 ribu sembuh, dan kurang dari 8 ribu yang meninggal dunia.

Kanselir Jerman Angela Merkel diberi acungan jempol dalam penanganan covid-19 karena menggunakan dasar ilmiah dalam mengambil keputusan. Jerman dikenal sebagai negara yang maju dalam pengembangan teknologi, termasuk di bidang kesehatan.

Atas dasar kepatuhan rakyatnya, Merkel memberi lampu hijau ketika Liga Sepak Bola Jerman (DFL) meminta izin dilanjutkannya kompetisi Bundesliga. DFL sangat mengharapkan kompetisi bisa dilanjutkan karena ini berkaitan dengan kewajiban mereka kepada sponsor dan televisi yang menyiarkan pertandingan.

“Kami bersyukur musim kompetisi akan bisa diselesaikan sebelum 30 Juni,” kata CEO DFL, Christian Seifert. Mantan bintang sepak bola
Jerman, Karl-Heinz Rummenigge, memberikan apresiasi yang tinggi kepada kinerja DFL.

“Penentu juara kompetisi sebaiknya ditentukan di lapangan, bukan di dalam ruangan rapat,” kata bos Bayern Muenchen itu.

“Saya berharap semua pihak menjalankan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.” Seperti halnya Liga Premier, Bundesliga masih menyisakan sembilan pertandingan yang tersisa. Bayern Muenchen berada di puncak klasemen dengan keunggulan empat poin dari musuh bebuyutannya, Borussia Dortmund.
 

BERITA TERKAIT