09 May 2020, 00:05 WIB

176 Perusahaan di Ditutup karena Langgar PSBB, Jaksel Terbanyak


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PERUSAHAAN yang paling banyak melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berada di Jakarta Selatan. Saat melakukan sidak, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta melaporkan 176 perusahaan dengan 14.679 pegawai ditutup sementara karena tidak mematuhi aturan pembatasan tersebut.

"Ada 45 perusahaan yang ditutup dengan 1.442 pegawai di Jakarta Selatan menghentikan sementara kegiatan usahanya," ujar Kepala Disnaker DKI Jakarta Andri Yansyah dalam laporanya, Jakarta, Jumat (8/5).

176 perusahaan itu tidak termasuk dalam 11 sektor usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 Pasal 10.

Sampai hari ini Disnaker melakukan sidak ke 1.019 perusahaan dengan 131.646 tenaga kerja di Jakarta mengabaikan aturan PSBB.

Lebih lanjut, Andri menjabarkan jumlah perusahan lainnya yang ditutup sementara ialah ada di Jakarta Pusat dengan 31 perusahaan dan 820 pegawai yang melanggar PSBB.

Lalu di Jakarta Barat ada 44 perusahaan yang ditutup dengan 1.194 pegawai yang tidak bekerja sementara. DiJakarta Utara ada 33 perusahaan yang ditutup dengan 7.488 pegawai. Di Jakarta Timur ada 23 perusahaan yang ditutup dengan 3.735 pegawai yang terdampak.

Adapun 11 sektor usaha yang diizinan beroperasi selama PSBB, yakni kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar. Lalu utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu serta kebutuhan sehari. (OL-8)

BERITA TERKAIT