09 May 2020, 00:10 WIB

KBRI Seoul Pulangkan 14 ABK Indonesia


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Korea Selatan, memulangkan 14 orang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal berbendera Tiongkok, Long Xing 629, Jumat (8/5).

“Mereka pulang dengan penerbangan Garuda Indonesia pagi tadi,” ujar Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Korea Selatan Umar Hadi dalam keterangannya, Jumat (8/5).

Umar mengatakan, KBRI akan terus menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan 14 ABK ini dan menarik solusi penyelesaiannya. “Kami bekerja sama erat dengan Pemerintah Korea Selatan, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk memastikan bahwa hak-hak para ABK WNI kita dapat dipenuhi oleh perusahaan pemilik kapal tempat mereka bekerja,” ujar Umar.

Sebelumnya, nasib ABK Indonesia yang bekerja di kapal Long Xing 629 ini menjadi sorotan karena ada tiga ABK yang meninggal pada Maret 2020 dan Desember 2020. Jenazah ketiganya dilarung di laut. Belakangan, muncul dugaan terjadinya perbudakan yang menyebabkan para awak kapal jatuh sakit hingga meninggal.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah memerintahkan investigasi atas kapal berbendera Tiongkok ini. Kementerian Luar Negeri juga akan meminta bantuan Beijing agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut pada kapal-kapal yang terlibat dan kondisi perlakuan kerja.


Tuntut Tiongkok

Retno juga berjanji bahwa Kemlu akan menuntut pemerintah Tiongkok memastikan perusahaan agen kapal memenuhi hak-hak para awak kapal dan mematuhi hukum yang berlaku serta kontrak yang telah disepakati. 

“Sementara itu, komunikasi melalui jalur diplomatik, baik di Jakarta maupun di Beijing, juga akan terus dilakukan secara insentif,” ujar Retno, kemarin.

KBRI Seoul juga membantu proses pemulangan enam orang ABK WNI kapal ‘Lim Discoverer’ dengan penerbangan Asiana pada sore harinya.

“Keenam orang ABK WNI itu berada dalam keadaan sehat dan telah menjalani karantina di Kota Busan,” kata Dubes RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi, dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.

Kapal penangkap ikan Lim Discoverer berbendera Korea Selatan mengalami kecelakan dan tenggelam di Laut Bismarck dekat Papua Nugini pada 21 Maret 2020. Seluruh awak kapal itu, yakni berjumlah 24 orang termasuk 6 orang WNI, telah diselamatkan oleh kapal penangkap ikan Sophia Martina berbendera Filipina dan dibawa ke pelabuhan Rabaul, Papua Nugini.

Sementara itu, KBRI Pretoria memfasilitasi pemulangan 27 WNI ke Tanah Air dengan menggunakan maskapai South African Airways dari Bandara Internasional OR Tambo Johannesburg menuju Denpasar dan Jakarta (6/5).

Para WNI itu terdiri atas anak buah kapal (ABK), pelajar, dan pelancong yang tidak dapat kembali ke Indonesia akibat ditutupnya akses pergerakan keluar-masuk dari dan ke wilayah Afrika Selatan.

“Pemulangan ini ialah upaya nyata perlindungan yang diberikan oleh negara terhadap WNI di luar negeri,” kata Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan merangkap Botswana, Lesotho dan Eswatini, Salman Al Farisi, seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Jumat (8/5).

Sebanyak 14 WNI tiba di Denpasar Kamis (7/5) dan sisanya akan tiba di Jakarta pada Jumat (8/5). Terdapat lebih kurang 500 WNI di Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, dan Eswatini yang berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, ibu rumah tangga, dan profesional. (Nur/I-1)

BERITA TERKAIT