08 May 2020, 20:15 WIB

Bantu Kelangsungan Petani, Bupati Tabanan dan ASN Borong Lele


Ruta Suryana | Nusantara

Bupati Tabanan, Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti menggulirkan kebijakan program gotong royong mengajak kalangan aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli produk hasil pertanian dan perikanan para petani di daerah itu. Dengan menggandeng 6.700 ASN di lingkungan Pemkab Tabanan, panen perikanan sepeerti lele dibeli dari peternak.

Acara yang bertajuk 'Bupati Peduli' tersebut digelar di salah satu Kelompok Tani Ikan Lele di Banjar Riang Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Jumat (8/5). Dengan subsidi silang, tunjangan sebesar 5% dari ASN dimanfaatkan untuk bisa membantu para petani dalam menyerap hasil produksi mereka. Bahkan Bupati Tabanan pun tak segan merogoh kantong pribadinya untuk membeli 3 kwintal (300 kg) ikan lele yang selanjutnya dibagikan kepada 106 KK terdampak Covid-19 di Desa Riang Gede.

''Ini murni bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Tidak hanya ikan, sayur mayur, telur atau apa saja hasil produksi pertanian yang terdampak kami beli. Jadi ini sifatnya subsidi silang, tunjangan ASN dipotong 5% dan nilainya beda- beda. Contohnya saja tunjangan Kepala Dinas dipotong Rp1 juta tetapi nantinya mereka akan dapat paket seharga Rp100 ribu, dan isi paket antar ASN tentu saja berbeda. Sekarang lele karena sudah siap panen, kami beli lelenya, besok kalau semisal telur tidak ada yang beli, kami masuk ke sana, begitupun sayur mayur dan buah buahan,''ujar Bupati Eka.

Baca Juga: Bupati Tabanan Eka Bagikan 1.100 Paket Sembako dan Masker

Bupati Eka melihat dampak pandemi Covid-19 bisa mengancam sektor pertanian termasuk perikanan darat. Untuk itulah kalangan petani dan peternak perlu dibantu dengan membeli produk panenya agar tidak sampai gulung tikar. Saat ini sesuai data di Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan masih ada 491 kelompok budidaya ikan yang masih aktif.

Dengan kebijakan ini, Bupati Eka berharap para petani Tabanan bisa terus melakukan produksinya. Apalagi Tabanan sendiri saat ini masih terus berupaya mendorong agar ketahanan pangan di Tabanan bisa terus terjaga sampai masa pandemi Covid-19 berakhir atau paling tidak sembilan bulan ke depan.

''Minimal hasil pertanian stabil dan petani tidak kapok. Ke depan akan disiapkan pula bibit, pupuk, dan penyuluh yang baik untuk bisa menjaga pertanian Tabanan tetap bertahan, jangan sampai kelaparan di lumbung pangan,'' ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan. AA Raka Iswara mengatakan, 491 kelompok tani ikan di Kabupaten Tabanan diakui masih aktif, hanya saja terseok-seok akibat pengaruh pandemi Covid-19. Khusus untuk produksi ikan lele, lanjut Raka Iswara, ada stok 31 ton tersebar di semua budidaya kecamatan.

''Banyak stok tetapi pemasaran sulit. Warung lesehan (lalapan) banyak tutup. Begitu juga lokasi pemancingan. Jadi dengan adanya kebijakan Ibu Bupati ini tentu sangat membantu sekali bagi para peternak ikan,'' ucapnya. (RS/OL-10)

BERITA TERKAIT