08 May 2020, 17:49 WIB

Diizinkan Kemenperin Beroperasi, 234 Perusahaan Langgar PSBB.


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

DINAS Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta melaporkan 243 perusahaan yang diizinkan beroperasi dari Kementrian Perindustrian, ternyata masih melanggar protokol kesehatan pencegahan covid-19 saat beroperasi kerja.

Temuan tersebut berdasarkan hasil sidak ke 1.019 perusahaan yang melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sebanyak 243 perusahaan dengan 41.948 tenaga kerja itu merupakan perusahaan yang dilarang beroperasi selama PSBB, namun mendapatkan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) Kementrian Perindustrian.

"Dari laporan kami, 243 perusahaan itu belum melaksanakan protokol kesehatan secara menyeluruh diberi peringatan oleh kami," ujar Kepala Disnaker DKI Jakarta Andri Yansyah dari laporanya, Jumat (8/5).

Dari jumlah tersebut, tersebar di empat wilayah Jakarta. Di Jakarta Utara ada 89 perusahaan dengan 18.573 pegawai yang ditemukan lalai terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga : Sarinah bakal Bermetamorfosa Jadi Duty Free Shop

Lalu di Jakarta Timur ada 80 perusahaan dengan 14.750 pegawai juga ditemukan abai. Di Jakarta Selatan ada 13 perusahaan dengan 1.301 pegawai yang abai. Lalu di Jakarta Barat ada 61 perusahaan yang melanggar dengan 7.324 pegawai. Untuk di Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu tidak ditemukan.

Laporan lainnya yang ditemukan ialah 600 perusahaan dengan 75.019 atau tempat kerja yang diperbolehkan beroperasi sesuai aturan PSBB, masih belum melaksanakan seluruh protokol kesehatan.

Laporan lainnya ialah Disnaker menutup sementara 176 perusahaan dengan 14.679 karena melanggar PSBB. Jumlah tersebut bakal terus dilaporkan Disnaker seiring hasil sidaknya selama PSBB berakhir pada 22 Mei mendatang. (OL-2)

BERITA TERKAIT