08 May 2020, 17:05 WIB

Di Tengah Lockdown, Pernikahan Daring di India Jadi Pilihan


Nur Aivanni | Internasional

DI bawah penguncian wilayah dan jarak yang berjauhan, Sushen Dang dan Keerti Narang secara daring mengucapkan janji pernikahan mereka dan melakukan pernikahan India yang spektakuler lengkap dengan ribuan tamu dan tarian Bollywood-nya.

Di sebuah negara yang terkenal dengan pernikahan mewah yang berlangsung berhari-hari, pasangan muda tersebut adalah salah satu dari banyak yang memodifikasi upacara pernikahan mereka ketika harus berada di bawah penguncian wilayah akibat pandemi sehingga pertemuan publik pun dibatasi.

Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di Singapura Lampaui 21.000

Melangsungkan pernikahan di tanggal keberuntungan, pasangan tersebut beralih ke daring untuk mengikat janji suci mereka. "Kami tidak pernah membayangkan bahwa pernikahan daring kami akan begitu megah," kata Dang, 26, seorang analis data yang berbasis di Toronto, pada acaranya 19 April.

"Seratus tamu bergabung dalam perayaan kami di aplikasi. Kami menyiarkan langsung upacara di Facebook yang ditonton oleh 16.000 orang lainnya," lanjut Dang kepada AFP.

Dang yang mengenakan turban dan baju tradisional India sherwani kurta bergabung secara daring dari Mumbai di pantai Laut Arab, sementara Narang dengan riasan pengantin merahnya bergabung dari Bareilly di negara bagian Uttar Pradesh utara yang berbatasan dengan Nepal.

Pendeta yang mengawal prosesi pernikahan tersebut melantunkan nyanyian pujian ketika dia duduk di depan api ritual di rumahnya di Raipur di negara bagian Chhattisgarh, dengan para tamu bergabung dari Delhi, Gurgaon dan pusat teknologi Bangalore.

Acara pun diakhiri dengan pertunjukan tarian ala Bollywood yang menyenangkan dari sepupu mereka. Video pernikahan yang diunggah di Facebook sejauh ini telah menarik hampir 260.000 orang yang melihat. Itu membuat pengantin baru tersebut merasa seperti selebriti.

Penyebaran virus korona dan penguncian wilayah secara nasional terjadi saat musim pernikahan sedang berlangsung di India.

Di negara bagian Rajasthan barat saja sekitar 23.000 pernikahan yang dimaksudkan bertepatan dengan festival Hindu Akshaya Tritiya pada 26 April dibatalkan karena pandemi.

Lebih dari 10 juta pernikahan diadakan setiap tahun di negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu, dengan industri pernikahan diperkirakan bernilai sekitar $40- $50 miliar, menurut perusahaan penasihat KPMG.

Kini, sektor tersebut sedang terguncang akibat dampak virus. Mulai dari pihak perencana, katering hingga dekorasi pernikahan telah mengalami kerugian besar.

"Kami berpikir, 'kenapa kita tidak mendorong pernikahan secara daring?'," kata Adhish Zaveri, direktur pemasaran di situs pernikahan Shaadi.com yang memfasilitasi pernikahan Dang dan Narang.

"Pernikahan mungkin adalah hari terpenting dalam kehidupan seseorang dan kami pikir kami harus menjadikannya sebagai pernikahan yang spesial dan sedekat mungkin dengan pernikahan yang sesungguhnya," katanya kepada AFP.

Pernikahan daring adalah salah satu rangkaian pernikahan di India yang telah berlangsung di tengah-tengah kuncian, dengan beberapa variasi yang tidak biasa.

Sepasang suami istri di Uttar Pradesh mengatakan, "saya melakukannya di dalam kantor polisi setelah tempat-tempat yang lebih konvensional seperti aula perjamuan, hotel, dan kuil-kuil semuanya diperintahkan ditutup selama penguncian".

Zaveri mengatakan upacara pernikahan secara daring yang jauh lebih murah bisa menjadi pilihan bagi pasangan di tengah ketidakpastian tentang berapa lama pandemi ini akan berlangsung.

Pasangan yang akan menikah secara daring, kata Zaveri, akan dikenai biaya kurang dari 100.000 rupee ($ 1.300) untuk layanan virtual. Ia pun menambahkan ada 12 lagi pernikahan seperti itu yang akan digelar.

Kirti Agrawal, yang menikahi kekasihnya Avinash Singh Bagri pada 14 April di balkon rumah kerabat mereka ketika teman-teman dan keluarga menonton di aplikasi konferensi video, mengatakan bahwa pendekatan digital menarik baginya.

"Keluarga (pengantin pria) mereka telah merencanakan daftar tamu sebanyak 8.000 hingga 10.000," kata Agrawal kepada AFP.

"Saya tidak mengatakan bahwa saya bukan penggemar pernikahan yang besar dan banyak. Tapi ketika saya mendengar tentang ide pernikahan dari rumah, saya sangat bahagia," tandasnya. (AFP/OL-6)
 

BERITA TERKAIT