08 May 2020, 15:17 WIB

Konsumsi Pembelian Pakaian Muslim Indonesia US$21 Miliar


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KONSUMSI pembelian pakaian/fesyen muslim oleh masyarakat Indonesia mencapai US$21 miliar (sekitar Rp315 triliun) sehingga berkontribusi besar pada Produk Domestik Bruto (PDB).

"Konsumsi fesyen muslim Tanah Air sekitar US$21 miliar, hal ini menunjukan masih terbuka peluang pasar yang besar pada global dan domestik yang harus diisi industri fesyen muslim Indonesia," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat pre-launching kampanye Beli Produk Lokal Fesyen Muslim #LebaranUntukSemua melalui telekonferensi, Jumat (8/5).

Kementerian Perindustrian mengungkapkan konsumsi tersebut berdampak positif pada PDB dari fesyen muslim yaitu sebesar 19,5% yang sebelumnya hanya 5,4%.

"Pakaian jadi memiliki peran besar pada kontribusi PDB dari 5,4% mengalami pertumbuhan hingga 19,5%," ujar Agus.

Baca juga: Kemenperin dan Shopee Kampanye Bareng Fesyen Muslim

State of the Global Islamic Economy Report pada tahun 2019-2020 mengungkapkan konsumsi fesyen muslim dunia mencapai US$235 miliar dan terus meningkat hingga pada 2024 diproyeksikan akan mencapai US$402 miliar.

Prestasi Indonesia di fesyen muslim dunia pada 2019 bahwa Indonesia menduduki peringkat 3 yang mengembangkan fesyen muslim seteleh Uni Emirat Arab dan Turkey.

"Ini menunjukan kita bisa mencapai urutan pertama dan menjadi pusat fesyen mulim dunia," tandas Agus.

Hal itu dapat terwujud mengingat konsumsi fesyen muslim Tanah Air didukng dengan populasi masyarakat yang mayoritas beragama Islam.

"Kita wajib mempertahankan apa yang telah diraih dan menjaga keberlangsungan industri fesyen muslim di Indonesia," tambah Agus.

"Kinerja pakaian jadi pada tahun 2019 mencapai US$8,3 miliar dan periode Januari-Februari 2020 ekspor industri pakaian jadi telah mencapai US$1,38 miliar," pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT