08 May 2020, 15:16 WIB

Hasil Rapid Test di Dukuh Atas: 4 Penumpang MRT Positif Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DARI hasil rapid test massal yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) pada penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) pada 6 Mei lalu di Stasiun Dukuh Atas, terdapat 4 penumpang yang bereaksi terhadap alat rapid test dan dinyatakan positif covid-19. Ini merupakan hasil pengetesan terhadap 440 penumpang.

"Sebelumnya di Dukuh Atas pada 6 Mei 2020 lalu, ada empat warga dinyatakan positif setelah hasil uji swab. Keempat warga selanjutnya dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan resminya, Jumat (8/5).

Baca juga: Satpol PP Siapkan Sanksi Sosial Bagi Pelanggar PSBB

Pada kegiatan rapid test di Dukuh Atas, 250 uji tes yang disediakan ternyata masih kurang dan perlu ditambahkan lagi 190 alat rapid test.

BIN pun kembali melakukan tes cepat atau rapid test massal kedua kalinya di MRT Blok M, Jakarta pada Jumat (8/5) hari ini. Sebanyak 500 alat tes cepat disiapkan selama pengetesan.

BIN menyiapkan sebanyak 500 alat RT IgM/IgD antibody untuk pengetesan. Selain itu, BIN juga menyiagakan 4 mobil laboratorium yang mampu untuk mendapatkan hasil uji tes dengan metode 'polymerase chain reaction' atau PCR dalam tempao 5 jam.

Kepala Klinik BIN Sri Wulandari mengatakan bahwa 3 dokter, 15 perawat, dan 8 tenaga kesehatan lain membantu pelaksanaan tes cepat ini.

Baca juga: Mau Longgarkan PSBB, Pemerintah Diminta Mampu Kendalikan Pandemi 

Tes cepat BIN ini merupakan inisiatif untuk mendeteksi awal terhadap penyebaran covid–19. Melalui deteksi awal tersebut, upaya pencegahan dapat dilakukan Gugus Tugas Nasional sejak dini. BIN merencanakan tes cepat massal seperti ini akan dilakukan dua kali seminggu di wilayah Jakarta.

"Alur proses pemeriksaan massal dilakukan dengan melakukan pendaftaran dengan memberikan kartu registrasi kemudian dilakukan rapid test. Jika positif, warga langsung diuji dengan pendekatan uji swab, yang hasilnya dapat diketahui 5 jam berikutnya," kata Raditya. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT