08 May 2020, 14:03 WIB

Lockdown Mau Dicabut, Kasus Covid-19 di Pakistan Malah Melonjak


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

LAJU infeksi virus korona baru (Covid-19) di Pakistan melonjak dan melewati 25.000, pada Jumat (8/5), hanya beberapa jam sebelum pemerintah akan menghapus langkah-langkah lockdown. Negara ini melaporkan beberapa peningkatan harian terbesar dalam infeksi baru di dunia.

Pejabat Pemerintah Pakistan melaporkan 1.764 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir pada Jumat, sehingga total menjadi 25.837 kasus. Kematian akibat Covid-19 juga meningkat 30 orang, sehigga totalnya menjadi 594 orang.

Baca juga: Iran Serang Infrastruktur Air Israel

Perdana Menteri Imran Khan telah mengumumkan rencana untuk mulai mencabut lockdown mulai Sabtu, di tengah kekhawatiran bagi perekonomian negara itu ketika Pakistan tenggelam dalam resesi.

Khan mengatakan pelonggaran pembatasan yang bertujuan membantu warga negara yang paling miskin akan dicabut secara bertahap dan memperingatkan orang-orang epidemi bisa lepas kendali jika mereka tidak mengambil tindakan pencegahan. Dia menambahkan, pembatasan dapat diberlakukan kembali jika wabah memburuk.

Setelah melaporkan hanya beberapa kasus Covid-19 pada akhir Februari, Pakistan mulai mengalami peningkatan sejak pertengahan Maret. Laporan menunjukkan rata-rata lebih dari 1.000 kasus dan sekitar 27 kematian per hari selama sepekan terakhir, menurut penghitungan Reuters berdasarkan data resmi.

Para pejabat Pakistan mengatakan pasar kecil dan toko akan menjadi yang pertama dibuka, dengan jam terbatas, sementara mal besar dan ruang lain yang menarik banyak pengunjung akan tetap ditutup untuk saat ini.

Sementara sekolah akan tetap tutup sampai pertengahan Juli dan keputusan untuk membuka kembali transportasi antarkota akan dilaksanakan paling terakhir, tanggalnya belum ditetapkan. (CNA/OL-6)
 

BERITA TERKAIT