08 May 2020, 12:13 WIB

Gugus Tugas Pusat Sokong Jatim Bangun RS Darurat


RO/Micom | Nusantara

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memberikan sejumlah bantuan berupa aneka macam peralatan medis pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kamis (7/5), bantuan dari BNPB diserahkan langsung pada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi.

Liaison Officer (LO) BNPB Mayjend TNI (P) Eko Budi S, serta juga didampingi oleh Mayjend (R) Gatot Triswanto, dan Brigjend (P) JB Gebana PMM, menyerahkan bantuan tersebut yang menjadi salah satu amanat dari Presiden Joko Widodo yang memerintahkan agar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat turut membantu penanganan covid-19 di Jawa Timur.

"Atas bantuan yang diberikan oleh BNPB pada Jawa Timur, kami ucapkan terima kasih. Seluruh bantuan ini secara khusus merupakan wujud support dari Pemerintah Pusat melalui  BNPB untuk pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jawa Timur yang kini tengah proses kami kerjakan," kata Khofifah.

Seiring dengan pertambahan kasus covid-19 di Jawa Timur yang masih tinggi, maka kebutuhan terhadap layanan kesehatan berbasis rumah sakit harus diperbanyak. Oleh sebab itu Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim kini tengah diinisiasi untuk dibangun di Puslitbang Humaniora di bilangan Jalan Indrapura Kota Surabaya untuk bisa memenuhi kebutuhan layanan rumah sakit bagi mereka yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

"Kita akan membangun di sana rumah sakit dengan berbasis gedung dan juga berbasis tenda. Ini sekarang sedang disiapkan teknisnya. Nanti rumah sakit darurat ini akan menampung para pasien covid-19 yang memiliki gejala klinis ringan hingga sedang. Sedangkan yang gejala klinisnya berat akan dirawat di rumah sakit rujukan utama. Ada RSUD Dr Soetomo dan RS Universitas Airlangga," ucap Khofifah.

Lebih lanjut Mayjend TNI (P) Eko Budi S mengatakan arahan dari Presiden agar Gugus Tugas Pusat turut membantu Jatim dalam menangani kasus covid-19.

"Atas perintah dari Bapak Presiden kami diminta untuk membantu Jatim. Karena yang termonitor, saat ini kasus di Jakarta itu sudah semakin landai. Tapi di Jatim kok semakin berkembang dan naik grafiknya," tutur Eko Budi.

Tidak hanya itu, kedatangan BNPB ke Jatim juga dalam rangka menginvetarisir permasalahan yang ada terkait covid-19 yang kemudian akan dibawa ke pusat untuk dicarikan solusinya bersama-sama.

"Kita belanja masalah, sebab dimungkinkan ada beberapa masalah yang mungkin butuh ditindaklanjuti dan diselesaikan di tingkat pusat agar bisa  didiskusikan dengan beberapa pejabat yang ada di Jakarta," tegas Eko Budi. (J-1)

BERITA TERKAIT