08 May 2020, 12:13 WIB

Fenomena Supermoon Terakhir 2020 Terjadi Semalam


Depi Gunawan | Humaniora

FENOMENA  bulan purnama super atau yang biasa disebut supermoon menarik perhatian beberapa pecinta astronomi Imah Noong Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (7/5) malam. Dengan dukungan cuaca yang sangat cerah, dua teleskop besar yang digunakan sebagai alat bantu pengamatan berhasil merekam fenomena supermoon ketiga dan terakhir di tahun 2020.

Peneliti Astronomi Imah Noong, Hendro Setyanto mengaku supermoon kali ini terbilang spesial terjadi pada pertengahan bulan Ramadan. Namun, Ramadan kali ini terasa berbeda karena bertepatan dengan mewabahnya virus korona di seluruh dunia.

"Fenomena ini terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, biasanya pertengahan bulan itu orang shalat witirnya ditambah doa qunut. Semoga doa kita yang berpuasa diterima Allah agar segera lenyap pandemi yang sedang terjadi saat ini," kata Hendro di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

baca juga: Isu Asteroid Hantam Bumi Pada 8 Mei Tidak Terbukti

Supermoon pada malam tadi terjadi ketika bulan mencapai fase purnama pada jarak terdekatnya dari bumi (perigee) 361,184 km. Tetapi jarak tersebut masih kalah dibanding supermoon pada 8 April 2020 yang mencapai 357,035 km. Menurut dia, para astronom menyebutkan kalau fenomena supermoon kali ini disebut juga sebagai Flower Moon karena kejadiannya berdekatan dengan jelang musim semi di belahan bumi yang lain.

"Dan semoga ini pertanda baik bagi kehidupan manusia, karena dari dulu, orang meyakini musim semi itu sangat baik sehingga banyak sekali peringatan-peringatan tradisional menyambut kedatangan musim ini," bebernya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT