08 May 2020, 10:30 WIB

Belajar dari Rumah Bisa Bikin Stres Orangtua dan Anak


Antara | Humaniora

BELAJAR dan belajar dari rumah selama masa pandemi covid-19 bisa mendatangkan rasa jenuh. Namun, di antara orangtua dan anak, mana yang
lebih rentan menghadapi stres?

Bekerja dari rumah bukanlah hal yang mudah. Sebab, orangtua juga dituntut mendampingi anak-anaknya untuk belajar secara daring.

Belum lagi tugas rumah tangga yang harus dikerjakan sekaligus.

Sementara itu, bagi anak-anak yang terbiasa bermain di luar rumah harus menghadapi konsep belajar baru menggunakan laptop atau ponsel pintar.

Baca juga: Merdeka Belajar Jadi Spirit Bersama

Mereka tidak bisa bertatap muka dengan guru dan juga teman-teman mereka, hal itu dipercaya bisa membuat stres.

"Saat work from home, orang biasanya tambah stres apalagi anak-anak karena mereka enggak bisa keluar rumah . Untuk anak-anak yang kelas
4 SD ke atas pendampingan orangtua tidak terlalu intens, tapi yang kecil-kecil itu kan orangtua harus mendampingi," jelas psikolog Agustina Twinky Indrawati saat dihubungi, Kamis (7/5).

"Ada beberapa anak yang enggak mau online, enggak mau sama gurunya. Kalau lagi online, dia lari. Otomatis orangtua harus belajar duluan sama gurunya nanti diterapkan ke anaknya. Enggak semua orangtua bisa," lanjutnya.

Twinky mengatakan orangtua yang tidak terbiasa mendampingi anaknya dalam proses belajar akan lebih mengalami stres, sebab fokusnya terbagi antara bekerja, menemani belajar, dan mengurus rumah tangga.

Jika orangtua stres, akan membawa pengaruh kepada anak sebab nantinya anak akan dimarahi terus.

"Kelihatannya akan sama-sama stres karena anak akan dimarahin terus. Orangtua juga stres karena harus ngajarin anaknya. Kalau orangtuanya lebih bisa terima dan memandang ini sebagai hal yang lebih positif, saya kira enggak akan stres. Yang bikin stres kan sebenarnya karena enggak bisa jalan-jalan," kata Twinky. (OL-1)

BERITA TERKAIT