08 May 2020, 08:42 WIB

DIY Memasuki Awal Musim Kemarau


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

KEPALA Stasiun Klimatologi BMKG Sleman, Reni Kraningtyas menyampaikan awal musim kemarau di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprakirakan pada Mei ini.Hanya wilayah Kabupaten Gunung Kidul bagian selatan dan sebagian kecil wilayah barat daya Kabupaten Kulonprogo, musim kemarau bterjadi pada April dasarian IlI, sepuluh hari terakhir April 2020. 

"Prakiraan tersebut mempertimbangkan kondisi fisis, dinamika atmosfer dan pemodelan statistik. Awal musim kemarau 2020, diprakirakan berkisar normal atau sama dengan rata-ratanya hingga lebih lambat 1 dasarian atau 10 hari lebih lambat bila dibandingkan dengan rata-ratanya," jelas dia, Jumat (8/5).

Sifat hujan pada musim kemarau 2020 umumnya diprakirakan normal, kecuali wilayah Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul bagian timur bawah normal.

"Puncak musim kemarau 2020 wilayah DIY Yogyakarta diprakirakan pada Agustus 2020," jelas dia.

Reni juga menjelaskan, hingga pertengahan Maret 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di dua Samudra, yaitu Samudra Pasifik Ekuator dan Samudra Hindia, menunjukkan tidak terdapat indikasi akan munculnya anomali iklim El Nino/La Nina dan 1OD (Indian Ocean Dipole Mode). Indeks ENSO (EI Nino-Southern Oscilation) menunjukkan dalam kondisi netral (indeks Nino 3.4 = 0.41), demikian juga IOD dalam kondisi netral (indeks DM -0.29).

baca juga: Bandara Dibuka, Angkasa Pura I Sediakan Posko Pemeriksaan

"Perkembangan Indeks ENSO dan IOD selanjutnya akan selalu diupdate setiap bulannya," kata dia.

Atas prakiraan tersebut, masyarakat diharapkan lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan ketersediaan air bersih. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT