08 May 2020, 07:36 WIB

AS Laporkan Kematian Pertama Akibat Covid-19 di Penjara Imigran


Basuki Eka Purnama | Internasional

SEORANG pria El Salvador berusia 57 tahun menjadi imigran pertama yang ditahan di tahanan Amerika Serikat (AS) yang meninggal karena covid-19. Hal itu dikatakan pemerintah AS, Kamis (7/5).

Carlos Escobar-Mejia yang ditahan di Pusat Penahanan Imigran Otay Mesa di San Diego meninggal dunia pada Rabu (6/5) di sebuah rumah sakit telah dia dirawat sejak 24 April.

Pusat penahanan yang dikelola swasta telah melaporkan 132 kasus covid-19, terbanyak di antara 41 fasilitas penahanan yang digunakan Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

Baca juga: Pandemi Korona Lebih Buruk dari Serangan 9/11

"Imigran yang ada di sana menyebut tempat itu sebagai death trap karena tidak adanya pembatasan yang dilakukan para staf," ujar lembaga HAM American Civil Liberties Union.

Bulan lalu, kelompok HAM mengajukan class action terhadap ICE dan CoreCivic, kontraktor pengelola fasilitas penahanan itu, menuntut dikuranginya jumlah tahanan seiring pandemi covid-19 yang melanda AS.

Pekan lalu, pengadilan memerintahkan tahanan di fasilitas itu dilepaskan. Namun, hingga Senin (4/5), baru satu orang yang dibebaskan.

"Ini adalah tragedi yang telah diramalkan dan seharusnya bisa dicegah," ujar Andrea Flores, Wakil Direktur Kebijakan Imigrasi di ACLU. "Selama berbulan-bulan, pakar kesehatan telah memperingatkan bahwa fasilitas kesehatan bisa menjadi pusat penyebaran covid-19 dan bisa menyebabkan banyak orang tewas." (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT