08 May 2020, 05:57 WIB

Warga Mandalika Minta DPR RI Dorong ITDC Bayar Ganti Rugi


Cahya Mulyana | Nusantara

ANGGOTA Komisi II DPR RI H Syamsul Lutfi mendapat aspirasi dari sejumlah masyarakat Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendorong Indonesia Tourism Development Coorporate (ITDC) memenuhi kewajiban mereka. Pasalnya, beberapa hektare tanah yang masuk proyek sirkuit MotoGP Mandalika belum dibayarkan ganti ruginya.  

Amanat kepada politisi Partai NasDem itu diperoleh ketika menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika.

Kedatangannya ditenggarai atas permintaan masyarakat supaya melihat lahan warga yang masuk peta proyek Sirkuit MotoGP Mandalika namun belum dibayar.

Baca juga: NasDem Sumsel Bantu APD untuk Tenaga Medis

"Saya sendiri sangat miris dan prihatin pada kunjungan kali ini. Bagaimana mungkin Sirkuit MotoGP dapat dituntaskan sesuai target, jika lahan masyarakat belum dibebaskan? Saya khawatir proyek ini gagal dan mangkrak. Apalagi gaya penyelesaian masalahnya masih seperti ini," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (8/5).

Menurut dia, warga yang meminta hak mereka diperjuangkan adalah yang lahannya berada dalam area proyek yang ditargetkan rampung 2021 itu. Bahkan ada juga berada di bagian jalan pembangunan sirkuit.

"ITDC memang saya lihat bobrok. Ini buktinya, ada lahan kosong di tengah sirkuit yang belum digarap. Karena memang belum dibayar. Warga juga mengakui hal itu," katanya.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan NTB II itu berjanji akan membela hak warga yang tanahnya belum diganti rugi ITDC.

"Dalam waktu dekat, kita panggil ITDC. Kita ingin tahu, apa yang terjadi sebenarnya, sehingga pembayaran lahan ini belum tuntas," pungkasnya.

Sidak yang digelar Luthfi, Rabu (6/5) itu, memantik para pemilih lahan yang belum mendapat ganti rugi untuk mengadu. Sebab sejumlah cara telah mereka tempuh namun hak mereka tidak kunjung dipenuhi ITDC.   

Amaq Uyun, salah satu warga, menjumpai Politisi Partai NasDem saat menggelar sidak si area pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika.  Ia meminta ITDC segera membayar lahannya seperti yang telah dilakukan kepada sebagian pemilik tanah lain.

"Yang penting lahan kami dibayar. Kalau tidak dibayar, kami akan terus mempertahankan lahan kami. Kalau perlu sampai mati. Sekarang hanya kepada Pak Syamsul Lutfi harapan kami," ujarnya.
 
Ia pun bersama puluhan warga yang bernasib sama berkomitmen tetap memperjuangkan haknya. Karena mereka memiliki bukti kepemilikan termasuk sporadik dan pipil.
 
"Ada beberapa warga lainnya sudah dibayar. Tapi kok kami belum juga dibayar," katanya.

Perwakilan pemilik lahan yang senasib dengan Amaq Uyun, Muridun juga meminta kepada Luthfi supaya menyampaikan keluhannya ini kepada ITDC.

Ia meminta pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika itu secepatnya bisa menepati janji yang sudah dilayangkan sejak beberapa tahun lalu.

"Kalau belum bayar, bagaimana pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika bisa jalan? Karena pasti kami akan tetap mempertahankan lahan kami," tutupnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT