07 May 2020, 23:19 WIB

Ribuan Warga Bengkulu Terhenti Pakai Kontrasepsi


Marliansyah | Nusantara

SELAMA masa pandemi covid-19 sebanyak 4.000 orang warga disepuluh kabupaten/kota, Bengkulu, terhenti menggunakan alat kontrasepsi KB sejak dua bulan terakhir.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Rusman Efendi di Bengkulu,  mengatakan, sebanyak 4.000 orang warga di Provinsi Bengkulu,  terhenti atau tidak lagi menggunakan alat kontrasepsi selama masa pandemi covid-19.

"Kesadaran masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi KB sangat dibutuhkan agar tidak terjadi lonjakan angka kehamilan atau baby boom selama masa pandemi covid-19," katanya.

Saat ini, lanjut dia, upaya untuk mengantisipasi lonjakan angka kehamilan dengan memaksimalkan peran seluruh kader dan penyuluh KB di tingkat desa.

Petugas penyuluh diharapkan dapat memberikan informasi dan mengingatkan masyarakat agar tidak terputus menggunakan KB.

Selain itu. para kader KB ini juga diharapkan dapat menjadi penghubung antara bidan desa dan warga yang akan menggunakan KB, mengingat saat ini ada pelayanan KB tidak bisa dilakukan secara massal.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indoensia (IBI) Provinsi Bengkulu Yusniar mengatakan, pelayanan KB -19 harus tetap mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemi covid-19.

"Masyarakat yang ingin menggunakan KB tidak harus mendatangi fasilitas kesehatan tetapi cukup menghubungi kader KB yang ada di setiap desa," imbuhnya.

Peran kader KB, kata dia, yang akan menghubungkan antara warga yang akan memasang KB dan bidan.

Penyuluh akan mendata dan membuat janji untuk tidak keluar rumah sehingga akan menjadi penghubung ke petugas kesehatan atau bidan sehingga tidak ada pengumpulan banyak orang sehingga benar benar memenuhi protokol kesehatan. (OL-2)

BERITA TERKAIT