07 May 2020, 21:55 WIB

Pemkot Tasikmalaya Tetap Setop Operasional Angkutan Umum


Adi Kristiadi | Nusantara

KENDATI Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi telah memberikan izin beroperasinya transportasi umum. Namun, Pemerintah Kota Tasikmalaya tetap melarang angkutan umum beroperasi, selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilakukan pada 19 Mei mendatang.
 
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Aay Zaelani Dahlan, mengatakan, pihaknya tetap melarang transportasi umum pada masa diberlakukannya PSBB. Apalagi Menhub sampai saat ini belum menerbitkan surat berkaitan dengan pernyataannya tersebut.

"Penghentian operasional transportasi di Kota Tasikmalaya masih tetap berlaku selama 14 hari pada masa PSBB, meskipun Menhub telah memberlakukan izin operasional angkutan umum tapi saat ini belum jelas surat resminya. Kalau Menhub membolehkan, kami tetap melarang," katanya, Kamis (7/5).

Aay mengatakan, pihaknya tetap mengacu pada ketentuan selama PSBB berlangsung di Kota Tasikmalaya dan bukan hanya bus dan angkutan kota yang dilarang tetapi ojeg online maupun ojeg pangkalan. Mereka tidak boleh membawa penumpang kecuali barang. Karena, aturan itu sesuai dalam  kebijakan PSBB.

"Semua angkutan di Tasikmalaya sudah memahani dalam situasi sekarang ini. Mereka juga mengikuti kebijakan yang diterapkan pemerintah selama pemberlakuan PSBB. Apalagi, angkutan kota antar provinsi (AKAP) yang mereka lakukan setiap harinya di masa diberlakukan di Jabodetabek banyak bus mengalami kekosongan dan jika diberikan izin tentu tempat duduknya terbatas," ujarnya.

Terkait itu, sopir bus AKAP rute Tasikmalaya- Jakarta, Agus, 54, mengatakan, dalam kondisi saat ini meski menteri perhubungan membolehkan operasional tapi tidak gampang menaikan penumpang. Penumpang juga sepi karena kantor masih banyak yang tutup.

"Saya menyambut baik langkah yang dilakukan Menhub, tetapi saat ini sulit cari penumpang. Pemerintah kan minta warga tetap dirumah dan jangan mudik. Penyebaran virus korona emang sudah selesai?," kata Agus balik bertanya. (OL-13)

Baca Juga: Menhub Didesak Revisi PM 25/2020 karena Melanggar UU

Baca Juga: Besok, Citilink Kembali Mengudara

BERITA TERKAIT