07 May 2020, 19:50 WIB

Anggaran Dipotong untuk Covid-19, Bukti Empati DPRD Sorong


Martinus Solo | Nusantara

Para politisi di gedung DPRD Kabupaten Sorong menunjukkan rasa empatinya terhadap pencegahan penyebaran virus covid-19 di wilayahnya. Melalui rapat Badan Anggaran (Banggar), mereka sepakat jatah anggarannya dipangkas sebesar Rp10 miliar lebih untuk digunakan menanggulangi covid-19.

Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Sorong, Habel Yadanfle menjelaskan keputusan itu diambil melalui rapat Banggar bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sorong.

"Dengan pengurangan anggaran ini, banyak kegiatan kedinasan yang kita kurangi, misalnya rapat konsultasi ke luar daerah atau kunjungan kerja ke luar daerah," kata Habel di gedung DPRD Kabupaten Sorong, Kamis (7/5).

Baca juga: Dana Desa Tinggal Enam Juta Rupiah

Pengurangan anggaran di DPRD ini disebabkan adanya pengurangan transfer Dana Bagi Hasil (DBH) yang dilakukan pemerintah pusat. DBH yang menjadi jatah Kabupaten Sorong, tahun ini sekitar 259 miliar lebih, yang berasal dari DBH Pajak dan DBH Sumber Daya Alam (SDA).

Dari jatah yang seharusnya ditransfer ke rekening daerah ini, kata Habel, oleh pemerintah pusat dikurangi sebesar Rp28 miliar akibat pandemi covid-19.

Nominal pemangkasan itu, kemudian diploting ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Daerah, termasuk di lembaga DPRD, untuk mengoreksi lagi kegiatan kedinasan karena berkurangnya dana.

"Jadi, dari total pengurangan DBH oleh pemerintah pusat, anggaran kami di DPRD mendapat ploting pengurangan Rp10.050.000.000. Sisanya yang Rp18 miliar, dibagi di OPD-OPD," jelas Habel.

Ketua DPRD Kabupaten Sorong ini, berharap para OPD yang mendapat ploting pengurangan anggaran bisa berbesar hati menerima keputusan tersebut. "Karena OPD harus menghilangkan sementara sejumlah kegiatan yang bisa ditunda," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT