07 May 2020, 19:25 WIB

Dana Desa Tinggal Rp6 Juta


Ardi Teristi | Nusantara

Pemerintah pusat berharap dana desa juga bisa digunakan untuk penanggulangan bencana covid-19. Namun, di Desa Tirto Rahayu, Galur, Kulonprogo, dana desa telah terserap dan tinggal menyisakan enam juta rupiah saja.

Hal tersebut dilaporkan oleh Kepala Desa Tirto Rahayu Prapto Legowo. "Dana desa tahap pertama sudah turun dan sudah terserap dalam bidang bidang yang sudah direncanakan," kata Prapto saat kunjungan kerja Komisi A DPRD Provinsi DIY di Kantor Kecamatan Galur, Kulonprogo, Rabu (6/5).

Dengan sisa enam juta rupiah, sulit bagi Prapto menggunakan Dana Desa untuk bantuan warga terdampak covid-19. Dia berharap, Dana Desa tahap kedua bisa segera dicairkan, sehingga dapat dipergunakan untuk memberikan bantuan
kepada warga terdampak di desanya. Jika sesuai jadwal, termin kedua Dana Desa bisa diperoleh pada awal Mei ini.

Berbeda dengan Desa Tirto Rahayu, Kepala Desa Banaran, Haryanto melaporkan, pihaknya telah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp233.646.850 untuk penanggulangan covid-19.

Baca juga: Detak Pasar Baru Karawang tidak Berhenti Selama PSBB

"Kami mengalokasikan 30 persen Dana Desa untuk penanganan covid-19," ujar Haryanto. Dana Desa tersebut digunakan untuk bidang kesehatan dan ekonomi.

Selain itu, Haryanto juga sudah menyiapkan Bantuan Langsung Tunai untuk 59 Kepala Keluarga terdampak covid-19.

"Saya mengusulkan agar waktu penyerahan bantuan dilakukan dengan jarak yang dekat atau bisa bersamaan. Dengan cara itu, risiko kecemburuan antarwarga bisa diminimalkan," lanjutnya.

Menanggapi kasus di Desa Tirto Rahayu, Ketua Komisi A Eko Suwanto menyarankan, kepala desa Tirto Rahayu dapat mengajukan dana talangan terlebih dahulu agar dapat menjalankan program bantuan yang menggunakan Dana Desa.

"Bahkan solidaritas dari kepala desa yang lain juga bisa dimungkinkan untuk membantu dan nanti akan dikembalikan saat Dana Desa tahap kedua cair," kata Eko.

Menurutnya, sinergi antarkepala desa diperlukan untuk mengatasi permasalahan akibat pandemi covid-19.

Anggota Komisi A DPRD DIY, Suwardi dalam kesempatan tersebut mendorong para lurah untuk aktif menanggulangi wabah covid-19 di desanya.

"Lurah tidak perlu takut menggunakan Dana Desa. Kami telah berkoordinasi dengan inspektorat agar dapat membantu para Lurah agar bisa memberi pendampingan, sehingga tidak terjerat kasus hukum di kemudian hari," papar Suwardi.

Kepala Biro Tata Pemerintahan Pemda DIY, Sugeng Purwanto dalam kesempatan tersebut menyampaikan pemerintah desa dapat menggunakan Dana Desa sebesar 30 persen untuk penanganan covid-19. "Bahkan jika masih kurang dapat
mengajukan tambahan anggaran sesuai mekanisme yang ada," tandas Sugeng. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT