07 May 2020, 18:55 WIB

DKI: Dari 71.366 Sampel Test PCR, 66 yang Positif Covid-19


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara akumulatif telah melakukan pemeriksaan covid-19 sebanyak 71.366 sampel darah. Pada sampel tersebut akan dilakukan swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

"Untuk tes PCR per tanggal 6 Mei 2020 sudah dilakukan pada 1.088 orang. Hasilnya 66 orang positif dan 1.022 orang negatif," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dwi Oktavia Tatri Lestari dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (7/5).

Dwi menyebut bahwa satu pasien dapat dites beberapa kali selama periode perawatan. Pasalnya ada perbedaan antara rapid test dengan tes PCR.

Baca juga: Orang Asia di Inggris, Tiga Kali Berisiko Meninggal karena Covid-

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah, Achmad Yurianto menerangkan dalam rapid test, diagnosa akan dilakukan lewat pengambilan sampel darah. Sementara pemeriksaan menggunakan alat PCR dilakukan dengan cara mengambil cairan atau lendir dari tenggorokan atau  hidung.

Pemeriksaan PCR ialah material genetika yang dibaca berupa RNA yang akan disamakan dengan model covid-19, sehingga memiliki tingkat akurasi tinggi. Sementara cara kerja rapid test adalah mengidentifikasi imunoglobulin yang merupakan antibodi dalam tubuh seseorang.

Dari segi waktu, pemeriksaan menggunakan alat rapid test memang lebih singkat dibandingkan PCR yang membutuhkan waktu 3-4 hari. Namun, pemeriksaan alat rapid test memiliki tingkat sensitivitas yang lebih rendah.

Pemeriksaan PCR jelas membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasil karena hanya dapat dilakukan di laboratorium yang sudah ditunjuk pemerintah

Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Endra Muryanto pada (22/4) lalu mengungkapkan ada penambahan labotarium untuk pemeriksaan test sample covid-19, yakni di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. (OL-14)

BERITA TERKAIT