07 May 2020, 17:41 WIB

Stok Obat Pasien Jiwa Selama Pandemi Tetap Aman


Atalya Puspa | Humaniora

PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Danardi Sosrosumihardjo mengungkapkan, pengobatan pasien penyakit jiwa tetap berjalan baik di masa pandemi covid-19. Selain itu, dirinya pun memastikan bahwa ketersediaan obat bagi pasien tetap aman.

"Saya memantau pasien-pasien saya di RS Premier Jatinegara dan Mitra Keluarga Kelapa Gading, tidak ada masalah memperpanjang obatnya. Dari info teman-teman sejawat juga tidak ada yang komplain masalah ketersediaan obat pskiatri," kata Danardi kepada Mediaindonesia.com, Kamis (7/5).

Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Apoteker Indonesia Noffendri menyatakan, hingga saat ini distribusi obat untuk pasien penyakit jiwa ke RS dan apotek tetap berjalan sebagaimana mustinya.

"Sampai saat ini belum ada gangguan yang berarti. Karena perdagangan besar farmasi (PBF) masih berjalan seperti biasa," ungkapnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan Fidiansjah menambahkan, apabila terjadi keluhan kelangkaan obat di beberapa tempat, maka hal tersebut merupakan pengaruh dari perlambatan distribusi logistik yang disebabkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

"Dalam situasi PSBB tentunya terjadi perlambatan karena delayed distribusi logistik secara keseluruhan," katanya.

"Karena obat jiwa adalah obat keras tertentu (OKT) atau psikotropika, maka pelayanan suplai sangat terbatas," imbuhnya.

Di samping itu, layanan di Apotek mewajibkan masyarakat untuk menebus obat dengan dilengkapi resep dokter spesialis kesehatan jiwa yang menangani.

"Sering terjadi pihak keluarga datang ke Apotek tanpa resep/copy resep yang sah sehingga pihak apotek tidak dapat melayani dengan menyampaikan alasan obat kosong," katanya.

Namun begitu, dirinya memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes agar stok obat untuk pasien jiwa tetap aman selama pandemi covid-19.

Adapun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga telah membuat panduan penatalaksanaan untuk pskiater yang bertugas selama pandemi covid-19.

IDI mengimbau kepada seluruh psikater agar tetap memberikan pelayanan kepada pasien untuk menghindari putus obat. Pelayanan yang dilakukan secara langsung pun harus mengikuti protokol pencegahan covid-19. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT