07 May 2020, 17:15 WIB

Pabrik Kimia Bocor di India, Enam Tewas dan 1.000 Orang Dirawat


Deri Dahuri | Internasional

SEDIKITNYA enam orang tewas dan 1.000 orang harus dirawat di rumah sakit setelah kebocoran gas sebelum fajar di sebuah pabrik kimia di wilayah India timur pada Kamis (7/5). Kebocoran gas kimia itu telah menyebabkan para korban pingsan dan bergeletakan di jalan-jalan.

Gas tersebut keluar dari tanki-tanki di sebuah kompleks milik LG Chem Korea Selatan yang sedang menangguhkan operasinya bersamaan dengan pemberlakukan lockdown terkait virus korona India.

Rekaman video dari saluran televisi India menunjukkan orang-orang, termasuk wanita dan anak-anak, berbaring tak bergerak di jalan-jalan Visakhapatnam, sebuah kota pelabuhan industri di Negara Bagian Andhra Pradesh.

Komisaris polisi setempat RK Meena mengatakan enam orang telah dikonfirmasi tewas. Namun sejauh ini skala dari bencana tersebut masih belum jelas hingga Kamis (7/5) sore.

Setidaknya 1.000 orang telah dibawa ke sejumlah rumah sakit yang berbeda. Menurut B K Naik, koordinator rumah sakit distrik setempat mengatakan dikhawatirkan banyak orang yang tidak sadar di rumah mereka dan belum diketahui.

"Ada orang yang sedang tidur," kata Naik kepada AFP. "Kami terus berupaya membawa orang ke rumah sakit. Mereka membutuhkan oksigenasi dan udara segar."

Foto-foto yang diambil AFP di Rumah Sakit King George di kota itu memperlihatkan dua atau tiga pasien di setiap tempat tidur, banyak dari mereka anak-anak, dan banyak yang tidak sadar. Beberapa pasien berbaring di ranjang di rumah sakit yang jarang mengenakan celana pendek dan tanpa atasan atau sepatu.

"Saya berdoa untuk keselamatan dan keamanan semua orang di Visakhapatnam," tulis Perdana Menteri India Narendra Modi di Twitter-nya.

Pabrik, yang dioperasikan oleh LG Polymers, adalah anak perusahaan dari LG Chem, berada di pinggiran Visakhapatnam. Kota dan daerah sekitarnya adalah rumah bagi sekitar lima juta orang.

LG Chem merilis pernyataan di Korea Selatan pada Kamis (7/5) pagi yang mengindikasikan gas telah berhenti bocor dari pabrik.

"Situasi kebocoran gas sekarang terkendali dan kami sedang menjajaki semua cara untuk menyediakan perawatan cepat bagi mereka yang menderita menghirup gas yang bocor," kata pernyataan itu.

Pabrik itu dibiarkan tidak beroperasi karena lockdown terkait virus korona, menurut Swaroop Rani, seorang asisten komisaris polisi, di Visakhapatnam,

"(Gas) ditinggalkan di sana karena lockdown. Itu menyebabkan reaksi kimia dan panas diproduksi di dalam tangki, dan gas bocor karena itu," kata Rani kepada AFP.

Dia mengatakan penduduk setempat mengangkat alarm sekitar jam 03:30 pagi. Ia menjelaskan ada gas di udara, dan petugas polisi yang bergegas ke tempat kejadian harus segera mundur karena takut diracuni.

"Seseorang dapat merasakan gas di udara dan tidak mungkin bagi kita untuk tinggal di sana lebih dari beberapa menit," katanya.

LG Chem mengonfirmasi bahwa pabrik itu tidak beroperasi karena lockdown, tetapi mengatakan ada staf pemeliharaan di fasilitas itu.

"Meskipun benar bahwa pabrik tidak beroperasi karena terkunci, ada pekerja pemeliharaan di dalam," kata juru bicara perusahaan kepada AFP di Seoul. "Seorang pekerja pada shift malam menemukan kebocoran dan melaporkannya." (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT