07 May 2020, 17:01 WIB

Umat Buddha Sampaikan Terima Kasih untuk Tenaga Medis


Tosiani | Nusantara

UMAT Buddha menyampaikan terima kasih kepada pemeritah dan tenaga medis yang berada di garda terdepan dengan resiko besar dalam penanganan covid-19.

"Atas nama Permabudhi dan umat Buddha Indonesia, kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin bangsa, para dokter dan tenaga medis sebagai garda terdepan, yang dengan tulus mengambil resiko demi membantu mereka yang terkena virus korona, serta para ahli dan semua pihak yang

berusaha menangani dan mengatasi masalah akibat pandemi covid-19," kata Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Arief Harsono pada Perayaan Waisak Nasional, Kamis (7/5).

Arief juga mengucapkan terima kasih kepada umat Buddha di seluruh pelosok Tanah Air yang dalam masa-masa sulit ini telah bersatu bersama seluruh lapisan masyarakat untuk sungguh-sungguh mewujudkan ajaran Buddha, yakni cinta kasih dan kepedulian kepada semua yang sedang menderita.

Ajaran cinta kasih telah mengisi jiwa setiap umat Buddha untuk menjadi tangguh dan tanggap terhadap penderitaan semua orang. Cinta kasih dan kepedulian social akan menjadi perekat keutuhan bangsa, yang merupakan wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika.

"Marilah kita bergotong royong, ikut berperan aktif memutus rantaipenyebaran covid-19 sebagaimana Ajaran Guru Agung kita Buddha Gautama untuk dapat mengatasi penderitaan," ujar Arief.

Ia berharap, dengan kekuatan Tri Ratna, pandemic Covid-19 ini dapat segera berakhir dan sirna dari bumi Indonesia dan Negara-negara lain di belahan dunia. Ia berdoa agar Tuhan yang Maha Esa, Para Buddha dan Boddhisatva selalu melindungi semua orang.

"Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2564 Buddhist Era Tahun 2020 kepada seluruh umat Buddha Indonesia, dan pada kesempatan yang berbahagia ini saya juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat muslim di seluruh Indonesia," katanya.

Perayaan Tri Suci Waisak 2564 Buddhist Era tahun 2020 dilaksanakan secara sederhana melalui jaringan online, ditayangkan melalui televisi dan streaming di media sosial. Ia menegaskan, tidak ada kegiatan Waisak di Candi ataupun Vihara-vihara dengan suasana yang meriah seperti biasanya.

Hal ini sesuai anjuran pemerintah dan protokol kesehatan bahwa ditengah-tengah pandemic Covid-19 ini, tidak dianjurkan berkumpul bersama-sama secara ragawi di suatu tempat. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT