07 May 2020, 15:52 WIB

Per September, TPU Pondok Ranggon tak Bisa Makamkah Jenazah Baru


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

LAHAN permakaman TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur sudah nyaris penuh terisi.

Dari total 70 hektare lahan makam di TPU Pondok Ranggon, tersisa hanya sekitar 8.000 meter persegi atau hanya untuk 750 liang lahat.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) TPU Pondok Ranggon Marton Sinaga di Jakarta, Kamis (7/5), menjelaskan dari 70 hektare, sudah terisi sekitar 69 hektare.

Adapun dari sisa 1 hektare, sekitar 2 ribu meter persegi sudah digunakan untuk memakamkan jenazah penderita virus korona atau covid-19.

Baca juga: PLN Akui Tagihan Listrik Bulan Ini Berdasarkan Perkiraan

Marton memprediksi sisa lahan yang tersisa 8.000 meter hanya cukup untuk penguburan 570 orang.

"Maka mulai September tahun ini, kita tidak lagi memakamkan jenazah baru baik bagi jenazah yang meninggal secara wajar, sakit biasa, maupun jenazah vovid-19 karena lahan persediaan lahan pemakaman di TPU Pondok Ranggon sudah habis," jelas Marton.

Baca juga: Tiga Direksi PT LIB Mosi tidak Percaya Cucu Somantri

Menurut Marton, lahan TPU Pondok Ranggon memakamkan orang meninggal karena sakit wajar 17-19 orang per hari. Jumlah orang meninggal yang dimakamkan di TPU Pondok Ranggon sampai saat ini, sejak dioperasikan pada 1985, totalnya mencapai 75.906 orang.

Terdiri dari 19.985 orang Islam yang dimakamkan di blok Islam. Kemudian, 52.330 orang Kristen yang dimakamkan di blok Kristen, dan 1.692 orang Budha yang dimakamkan di blok Budha.Adapun sebanyak 1.789 orang tanpa identitas dan 113 korban kerusuhan Mei 1998, dimakamkan di blok khusus.Sesuai Perda DKI Nomor 2 tahun 1992, kata Marton, pihaknya hanya bisa melakukan pemakaman dengan sistem tumpang tindih. (A-2)

BERITA TERKAIT