07 May 2020, 15:50 WIB

PSBB Jilid II, Pemko Padang Fokus Pemulihan 2 Klaster


Yose Hendra | Nusantara

PEMBERLAKUAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II (6-29 Mei 2020), Pemerintah Kota Padang fokus kepada pemulihan dua klaster Covid-19. Kedua klaster itu yakni Pasar Raya dan Penggambiran.

"Di PSBB tahap selanjutnya ini kita fokus kepada dua klaster itu," kata Wali kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Kamis (7/5).

Sebenarnya di Padang secara keseluruhan ada 17 klaster. Namun dua klaster tersebut menjadi konsentrasi terjangkit covid-19 terbesar. Hingga Kamis (7/5), sudah 44 pedagang di Pasar Raya Padang yang positif covid-19. Sementara keseluruhan positif covid-19 di Sumbar tercatat 252 kasus.

"Alhamdulillah, kita sudah mampu memutus sebanyak 10 klaster mata rantai penyebaran corona di Kota Padang. Berarti sekarang tinggal 7 klaster lagi yang akan kita putus," ujar Mahyeldi.

Mahyeldi pun juga mengungkapkan klaster yang agak berat ditangani pihaknya sampai saat ini adalah klaster Pasar Raya Padang dan juga klaster Pagambiran.

"Insya Allah, kita akan menangani dua klaster ini semaksimal mungkin ke depan. Sehingga dapat kita putus mata rantai penularan covid-19 di klaster-klaster tersebut. Ini adalah demi kepentingan kita semua agar terhindar dari penyebaran covid-19," tuturnya.

"Jadi, untuk klaster pasar raya kita sedang melakukan tes swab secara bertahap kepada sebanyak 1.100 pedagang yang berjualan di fase 1-7, karena beberapa pedagang yang positif berjualan di sana. Dengan itu pedagang bisa diketahui siapa saja yang positif atau negatif covid-19. Apabila positif maka akan segera dilakukan isolasi," ujarnya.

Swab untuk pedagang dilakukan mulai kemarin. Saat ini Dinas Kesehatan Kota Padang juga sedang menunggu data dari Dinas Perdagangan. Sementara untuk di Penggambiran terus dilakukan tracking terhadap warga yang terpapar virus.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar melalui Surat Keputusan Gubernur pada Selasa (5/5), secara resmi telah memperpanjang masa pemberlakuan PSBB bagi kabupaten/kota se-Sumbar terhitung 6-29 Mei 2020.

Sementara untuk di Kota Padang,  Mahyeldi merespons cepat kebijakan tersebut. Karena tidak lain keputusan itu sebagai langkah percepatan penanganan virus corona atau covid-19.

"Sekaitan PSBB jilid dua ini, maka kita di Kota Padang terutama akan lebih mengetatkan lagi pengawasan dan pemeriksaan di perbatasan Kota Padang," ujar Mahyeldi. (OL-13)

Baca Juga:Tetap Mau Mudik? Ini Dia Syaratnya.

Baca Juga: Bupati Merangin Apresiasi Petani dan Penyuluh di Tengah Covid-19

BERITA TERKAIT