07 May 2020, 15:23 WIB

Di Triwulan I, Produk Domestik Bruto Pertanian Mengalami Kenaikan


mediaindoenesia.com | Ekonomi

SEKTOR pertanian mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada triwulan I tahun 2020 sebesar 0,02%. Bahkan, pertanian juga memiliki kontribusi terbesar ketiga dalam struktur PDB Indonesia dengan porsi sebesar 12,84% per kuartal pertama (Q1) 2020.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri mengatakan, kenaikan tersebut diprediksi berlanjut hingga tahun depan, mengingat panen raya terus berlangsung di sejumlah daerah. "Jadi kita harus optimistis," ucap Kuntoro, pada Kamis (7/5).

Meski demikian, kata Kuntoro, pertumbuhan bulan ini atau Mei 2020 terjadi pelambatan karena terjadi pergeseran di musim panen raya yang biasanya jatuh pada bulan Maret seperti pada tahun 2019 lalu. Pelambatan tersebut dari Q1 2019 yoy yang hanya tumbuh 1,82%.

"Nah tahun ini panen raya malah terjadi pada April 2020. Kita berharap dampak panen raya kelihatan di Q2 dan bisa memberikan kontribusi yang positif," katanya.

Kuntoro menjelaskan, subsektor yang mengalami pelambatan antara lain subsektor tanaman hortikultura yang melambat sebesar 2,55%. Kemudian pada sektor peternakan hanya tumbuh sebesar 2,86%. Peternakan melambat dari Q1 2019 yang hanya 7,96%.

Seperti diketahui, Kementan telah mengembangkan strategi sistem logistik nasional dalam menyederhanakan rantai pasok dan intervensi distribusi.

Kementan juga terus berupaya melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan, khususnya pada 11 komoditas bahan pokok.

Dalam beberapa kesemaptan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, salah satu upaya yaitu dengan mengalihkan komoditas dari daerah yang surplus ke daerah yang defisit. Untuk saat ini, setidaknya ada 28 provinsi dalam kondisi terkendali.

Perlu diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ketersediaan pangan nasional hingga Juni 2020 yang diperkirakan surplus beras 6,4 juta ton, Jagung 1,01 juta ton, bawang merah surplus 330.384 ton, gula pasir 1,07 juta ton, dan minyak goreng surplus 5,7 juta ton.

Untuk komoditas beras, stok beras akhir Maret 2020 sebanyak 3,45 juta ton. Rinciannya di Bulog 1,4 jt ton, di penggilingan 1,2 jt ton, di pedagang 754.000 ton, dan di Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) 2.939 ton.

"Jumlah ini pun belum termasuk stok di masyarakat lainnya seperti di rumah tangga dan hotel, restoran, dan kafe (Horeka)," tutup SyahruI. (OL-09)

BERITA TERKAIT