07 May 2020, 15:05 WIB

Covid-19 Melambat, RSUD Kota Bogor Kembali Buka Semua Layanan


Dede Susianti | Megapolitan

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor kembali membuka semua layanan per Rabu (5/5). Sebelumnya, rumah sakit rujukan penanganan virus korona (covid-19) Kota Bogor itu, membatasi layanan. 

Karena terjadi peningkatan angka kasus covid-19, rumah sakit yang berlokasi di jalan dr Sumeru itu membatasi hanya menerima atau melayani pasien hemodialisa, pada pasien hematoonkologi (kanker), pada pasien kronis yang tidak boleh putus obat dan pasien kegawat daruratan. 

Ditambah lagi ada sebanyak 51 tenaga kesehatan dan penunjangnya hasil rapid tesnya menunjukkan reaktif positif. Meski kemudian hasil swabnya semua negatif.

"Setelah sempat mengurangi layanan rawat jalan dan rawat inap non covid di RSUD Kota Bogor selama beberapa waktu, buntut dari hasil reaktif rapid test, hari ini RSUD mulai membuka kembali layanan non covid," ungkap Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melalui keterangan tertulisnya melalui grup whatsapp media, Rabu (6/5).

Dia menjelaskan, pertimbangan dibukanya kembali semua layanan atau layanan noncovid, karena adanya kondisi perlambatan pasien positif covid-19.

"Pertimbangannya, adanya kondisi perlambatan pasien positof covid-19 sebagai sebagai dampak PSBB. Kalau dari total yang positif ada perlambatan," jelasnya.

Baca juga: Bogor Klaim Ada Perlambatan Covid-19, Pasien Sembuh Bertambah

Sebagai gambaran, lanjutnya, dari keseluruhan kapasitas sebanyak 120 tempat tidur khusus menangani covid-19, saat ini diisi 34 pasien yang ditempatkan di Blok 3. Termasuk 8 ruang isolasi bertekanan negatif, saat ini diperuntukan untuk ICU covid-19 yang dilengkapi ventilator.

"Mudah-mudahan dengan terus penerapan PSBB secara lebih ketat, kita mampu menurunkan potensi penyebaran virus ini di Kota Bogor," katanya.

Pihaknya berharap puncak covid-19 di Kota Bogor sudah berlalu yakni pada awal hingga pertengahan April lalu.

"Mudah-mudahan puncak Covid-19 di Kota Bogor di awal sampai pertengahan April. Sekarang harus benar-benar dijaga.

Subjektifnya, warga Kota Bogor sudah patuh. Yang masih lalu lalang asumsinya warga di luar Kota Bogor," pungkasnya.

Sementara berdasarkan data yang disampaikan jubir Siaga Korona Pemkot Bogor Sri Nowo Retno, dalam siaran persnya, dalam sepekan terakhir memang ada perlambatan jumlah kasus baru.

Data per tanggal 3 Mei hingga 6 Mei pukul 14.00 WIB, tidak ada penambahan jumlah kasus baru terkonfirmasi positif. Selama empat hari berturut-turut jumlah total pasien positif di Kota Bogor tetap 91 orang. (A-2)

 

BERITA TERKAIT