07 May 2020, 10:15 WIB

Inovasi, Kunci Bisnis Restoran Bertahan di Tengah Covid-19


Mediaindonesia.com | Ekonomi

INOVASI menjadi salah satu poin penting dalam menjaga kelangsungan sebuah bisnis, tidak terkecuali bisnis restoran. Terlebih di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi pergerakan masyarakat, pelaku bisnis restoran harus kreatif agar usaha mereka tetap berjalan.

Seperti yang dijalankan restoran cepat saji makanan bergaya Jepang, Hokben. Kebijakan PSBB yang mengharuskan masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar rumah mendorong Hokben untuk meluncurkan produk dalam kemasan ‘ready to heat’. Produk itu bisa dinikmati di rumah hanya dengan memanaskannya terlebih dahulu. Ada tiga varian yaitu beef teriyaki, beef yakiniku, dan chicken teriyaki, dengan setiap ukuran 200 gram.

Baca juga: Tiga Bisnis Ini Berpeluang Untung di Saat Pandemi Covid-19

“Menjawab kebutuhan pelanggan terutama pada saat harus #DirumahAja, sekarang semua bisa ‘masak’ sendiri menu teriyaki dan yakiniku. Praktis sekali, tinggal dipanaskan dengan cara direbus, steam, atau microwave. Rasa dan kualitasnya sama dengan yang disajikan di restoran,” ujar General Manager Marketing PT Eka Bogainti (Hokben) Francisca Lucky.

Selain berinovasi di sisi produk, sisi penjualan tentu tak boleh diabaikan. Tujuannya, agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan produk tersebut tanpa melanggar ketentuan PSBB. Dalam hal ini, Hokben membuka layanan take away, drive thru, pesan antar yang dilakukan pihak restoran maupun mitra online, serta aplikasi dan website yang memudahkan pelanggan.

Terkait dengan keamanan, selama pandemi covid-19 ini, Hokben memperketat prosedur mereka. Mulai dari boks menu dilengkapi safety sticker yang akan rusak bila kemasan sudah dibuka, hingga dua kali pembungkusan dengan dilengkapi pengikat kabel tis. “Kami mengimbau pelanggan agar jangan lupa membuang dahulu bungkusan paling luar sebelum pesanan dibawa masuk ke dalam rumah,” saran Fransisca. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT