07 May 2020, 13:55 WIB

Positif Covid-19, 14 ABK Pertamina Dirawat di Babel


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

Sebanyak 14 Anak Buah Kapal (ABK) Tanker Pertamina yang dinyatakan positif covid-19 dipastikan tetap akan menjalani perawatan hingga sembuh di wisma karantina milik Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Provinsi Kepulauan Babel, Bangun Cahyo mengatakan 14 ABK atau kru kapal milik PT Pertamina ini tidak akan dipindahkan.

"Mereka tetap menjalani perawatan hingga dinyatakan sembuh di wisma karantina, baik itu di Wisma Diklat Provinsi Babel maupun wisma karantina di Muntok," kata Bangun, Kamis (7/5).

Ia menyebutkan ABK tanker Pertamina yang belabuh di Muntuk Bangka Barat tersebut dinyatakan positif setelah pemeriksaan dua tahap. Pertama 8 orang, kedua 7 orang.

Baca juga: Tanggapi Srimul, DPRD Ungkit Utang Dana Bagi Hasil dari Pusat

"Total sebenarnya ada 15 orang, tapi 1 orang merupakan PHL Pertamina di pelabuhan berasal dari Bangka Barat, sedangkan 14 dari Palembang," terangnya.

Menurut Bangun, kru yang ada di kapal tanker 60 orang. "Kini ada 14 orang yang sudah menjalani karantina dan perawatan medis di Wisma Diklat Provinsi Babel, sedangkan satu kru darat menjalani karantina di wisma karantina Pemkab Bangka Barat," sambungnya.

Kru lainnya, imbuh Bangun, yang menjalani karantina di kapal tanker berjumlah 35 dan 11 ada di tugboat. "Nantinya mereka yang dinyatakan negatif akan dipindahkan ke wisma di Palembang," jelas Bangun.

Dia menambahkan bahwa kapal tidak operasional atau pergerakan tanpa seizin KKP. "Jika bergerak maka didenda, dan dendanya tidak main-main bisa terjual satu kapal sebab ini BUMN," paparnya.

Jika nanti semua kru sudah selesai dikarantina, lanjutnya, maka kapal bisa bergerak dengan pergantian 100 persen kru.

Terkait dengan waktu pemindahan atau evakuasi kru-kru tersebut, tinggal menunggu selesainya syarat termasuk administrasi.

"Untuk melakukan evakuasi sebenarnya kami sudah siap. Kapal evakuasi juga sudah siap. Tinggal mengurus administrasi serta perlu koordinasi dengan gugus tugas di sana," pungkasnya. (OL-14)

(Catatan Redaksi: Terjadi kesalahan dengan pemuatan foto Kapal MT Panjang di naskah ini sebelumnya. Dengan ini, mediaindonesia.com meminta maaf atas kesalahan tersebut.)

BERITA TERKAIT