07 May 2020, 10:25 WIB

Penyuluh Mamasa 4 Bulan Kawal Petani Sulbar Tanam Kopi


Voycke Lontaan | Nusantara

JUMAT pekan depan (15/5) bakal menjadi hari istimewa setelah penantian panjang kelompok tani (Poktan) Tunas Harapan di Desa Rante Lemo, Kecamatan Bambang sejak awal Februari 2020 mengawali penanaman 1.600 batang bibit kopi robusta bantuan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, untuk ditanam pada lahan seluas satu hektar.

Filosofi kopi mengatakan 'butuh langkah panjang untuk mendapatkan secangkir kopi nikmat'. Hal itu dibuktikan oleh Pengurus Poktan Tunas Harapan, Adrianus R bersama 19 anggota Poktan didampingi penyuluh Ari mengembangkan pilot project perkebunan kopi robusta di Kabupaten Mamasa.

"Mamasa merupakan kabupaten yang iklimnya cocok untuk pertanaman kopi. Banyak petani menanam kopi namun masih tradisional. Produktifitas dan kualitas kopi belum maksimal," kata Ari, penyuluh pertanian di Kecamatan Bambang selaku inisiator proyek percontohan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5)

Kegiatan tersebut berawal dari usulan penyuluh Ari pada pemerintah daerah, yang diakomodir oleh Distan Sulbar dengan memberikan bantuan bibit kopi robusta 1.600 batang plus pupuk kompos dan pupuk NPK.

Tugas penyuluh Ari menjadi lebih ringan setelah Adrianus R bersedia menyediakan lahan sementara berikut tenaga kerja secara swadaya oleh 19 anggota Poktan. "Kami berharap kelak proyek percontohan direplikasi petani lain."

Mereka bekerja sukarela tanpa berharap upah meski awal menanam kopi tidak seperti budidaya tanaman pada umumnya. Harus membuat 1.600 lubang tanam ukuran 60 x 60 x 60 dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 m untuk menanam kopi robusta. Pembuatan lubang tanam kopi berlangsung 14 hari (8 - 22 Februari 2020).

"Lubang tanam kemudian dibiarkan terbuka selama dua bulan. Dilanjutkan menutup lubang dengan tanah yang diberi kompos pada Senin pekan lalu (25/4). Penanaman bibit kopi direncanakan berlangsung Jumat pekan depan, (15 Mei)," kata Adrianus R.

Menurut penyuluh Ari, pengembangan lahan percontohan kebun kopi disambut baik oleh Kepala Desa Rante Lemo, Naim selaku penasihat sekaligus anggota Poktan Tunas Harapan untuk memotivasi petani bekerja keras.

Penyuluh pertanian pusat di Kementerian Pertanian RI, Sri Wijiastuti selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian Provinsi Sulawesi Barat menyatakan hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa pertanian tidak boleh berhenti meski di tengah pandemi Covid-19.

Sementara Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi mengingatkan petani dan penyuluh untuk mematuhi Protokol Kesehatan. "Kenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan sering cuci tangan pakai sabun untuk menangkal Corona."

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP] Leli Nuryati mengapresiasi dukungan penyuluh pertanian yang setia mendampingi petani di lapangan. "Pangan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah krisis Covid-19." (OL-13)

BERITA TERKAIT