07 May 2020, 10:24 WIB

Nenek Jompo Terima Sembako Langsung dari Mensos


mediaindonesia.com | Humaniora

Nenek Yuliar, 67, warga RT 12 RW 01 Kelurahan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menerima bantuan sembako yang diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Juliari P Batubara. Ketika Juliari menyambangi dan membawa bantuan, nenek kelahiran Padang, Sumatera Barat tersebut mengaku tidak bisa berjalan sejak dua tahun yang lalu dan mengaku sudah lebih dari 50 tahun tinggal di Ibu Kota.

"Udah lama tinggal di sini?" tanya Mensos.
"Udah hampir 50 tahun," jawabnya.

“Bu, ini saya bawa bantuan sembako dari Presiden. Pak Jokowi titip salam buat ibu sekeluarga, kan sekarang situasi lagi sulit, orang kerja banyak yang di-PHK, banyak yang kehilangan pekerjaan, semoga bermanfaat ya, ibu ya,” kata Mensos sambil menyerahkan sembako.

Nanti, lanjut Bapak dua anak ini kalo misalnya ada lebih-lebih dikit. ''Kasih tetangganya enggak papa ya. Bagi-bagi biar semuanya nikmatin, semoga bermanfaat buat ibu sama keluarga di sini, semoga sehat-sehat ya bu ya.''

Saat ditemui usai menerima bantuan sembako dari Menteri Sosial, anak nenek Yuliar, Efizal, mengungkapkan terima kasih karena mendapat berkah. “Pak Menteri Sosial ngasih sembako dari Pak Jokowi, Pak Presiden, alhamdulillah kita masih dapet berkahnya,” tuturnya.

Efizal juga mendoakan Presiden Jokowi agar diberikan panjang umur dan bisa selalu membantu orang yang kurang beruntung sepertinya. “Makasih banyak udah ada perhatiannya sama rakyat kecil, semoga beliau dikasih sehat selalu, panjang umurnya, mudah-mudahan beliau bisa membantu rakyat yang ngga punya seperti kita ini,” ungkapnya.

''Saya janda, lanjutnya, ini ibu saya juga, udah 2 tahun di tempat tidur saja. Ya, beliau membantu kita karena dalam keadaan ekonomi kaya gini, istilahnya kita bisa berbagilah dengan yang lainnya, kita dapet ini kalo bisa berbagi ya kita bagi. Ya, mudah-mudahan beliau yang perhatiannya sama rakyat kecil kita ini bisa dikasih umur panjang, sehat selalu, rezekinya barokah,” tambahnya.

Ia mengaku baru pertama kali bertemu dengan Menteri Sosial yang menurutnya sangat membaur dengan rakyat kecil. “Baru pertama kali ketemu Pak Menteri. Alhamdulillah orangnya termasuk membaur ya sama rakyat-rakyat kecil, bisa berbagi. Mudah-mudahan selalu deh, ngga sampai disini aja, ngga hanya karena musibah aja, seterusnya perhatian sama rakyat yang bener-bener terpuruk,” katanya.

 

Apresiasi bantuan dari dunia usaha

Di lain kesempatan, Mensos Juliari P Batubara mengapresiasi bantuan dari dunia usaha. Mensos Juliari mengungkapkan, pemerintah tidak bisa bertindak sendiri dalam menghadapi pandemi Covid-19. Peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, sangat berarti mempercepat penanganan dampak pendemi.

“Kemensos menghargai dukungan semua pihak, khususnya hari ini dari dunia usaha. Di tengah situasi sulit ini, upaya kolaborasi yang responsif, cepat, serta terintegrasi penting untuk menolong masyarakat yang tidak mampu dan rentan yang terdampak dari pandemi ini,” kata Mensos Juliari di Kantor Kementerian Sosial, Rabu (6/5).

Pada Rabu, secara simbolik, Mensos menerima lebih dari 54.000 produk makanan dan minuman Presiden Direktur Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar. Bantuan dari Nestle Indonesia akan didistribusikan kepada masyarakat kelompok rentan dan terdampak Covid-19.

Pada kesempatan berbeda, Mensos juga menerima donasi dari PT Hasjrat Abadi Group berupa ventilator, Alat Pelindung Diri (APD), masker, dan paket sembako dengan nilai total Rp2,9 miliar.

Donasi yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Hasjrat Abadi Group Roy Tandaju ini, diserahkan kepada RSUD Persahatan, RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, dan RSUD Cengkareng. Dalam kesempatan itu pula, atas kerja sama yang baik selama ini, Kemensos menerima piagam ucapan terima kasih dari RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet.

Selanjutnya Mensos menyatakan, langkah kedua korporasi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial dari dunia usaha. Dalam memerangi Covid-19 ini dibutuhkan solidaritas dari semua komponen bangsa, termasuk dari dunia usaha.

“Kerja sama dan sinergitas semua pihak tadi, diharapkan bisa segera mengatasi pandemi. Sehingga seperti dinyatakan Presiden, diharapkan pada  bulan Juni nanti kita sudah bisa turun kurvanya,” kata Mensos.

Dan bulan berikutnya, kata Mensos, diharapkan kita memasuki tahap pemulihan, termasuk mudah-mudahan juga pemulihan ekonomi. “Kerja sama dan solidaritas mari terus kita perkuat. Pihak yang ingin meringankan beban masyarakat, bisa menyalurkan kepada warga terdampak secara langsung. Atau bisa melalui Kemensos. Kami memiliki semua data masyarakat yang membutuhkan bantuan,” katanya.

Di samping itu, Mensos juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk turut mengawal penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran. “Dengan semangat kekeluargaan, mari kita tingkatkan kepedulian terhadap tetangga dan masyarakat sekitar agar bersama-sama sehat dan kuat menghadapi situasi ini,” kata Mensos.

Presiden Direktur Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar menyatakan, Nestle Indonesia memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia mengatasi pandemi. Bantuan ini akan ditujukan kepada tenaga kesehatan sebagai garda depan upaya mengatasi pandemi, dan kepada kelompok rentan.
 
Direksi PT Hasjrat Abadi Group Roy Tandaju menyatakan, donasi merupakan bentuk keperdulian perseroan terhadap kondisi nyata yang dialami masyarakat, termasuk di dalamnya bentuk dukungan terhadap tenaga kesehatan sebagai garda depan dan masyarakat umum yang terdampak pandemi. (RO/OL-10)

 

BERITA TERKAIT