07 May 2020, 09:55 WIB

Cerita Polisi Dilema saat Halau Pemudik 


Kautsar Widya Prabowo | Politik dan Hukum

DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjadi garda terdepan dalam menghalau pemudik yang nekat keluar dari Jabodetabek. Upaya memotong penyebaran virus korona (covid-19) itu, menjadi tugas yang tidak mudah untuk ditegakan kepada masyarakat.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan selama 37 hari dalam waktu 1x24 jam harus siap siaga menjaga sejumlah pos pengamanan untuk menecagat pemudik. Tidak jarang pemudik mengaku tidak punya pilihan lagi selain pulang ke kampung halaman.

"Penumpang travel mengatakan pak saya sudah di-phk, saya sudah enggak punya kerja, kalau saya pulang ke Jakarta, Bapak mau ngasih makan anak-anak saya," ujar Sambodo ketika menirukan pernyataan pemudik, dalam diskusi virtual, Rabu (6/5).

Baca juga: Kemenhub Tegaskan tetap Larang Mudik, meski...

Dalam kondisi tersebut, terkadang polisi yang bertugas harus memberikan diskresi bagi pemudik. Ia menekankan bahwa Operasi Ketupat larangan mudik merupakan operasi kemanusiaan.

"Anggota juga mengeluarkan diskresi, ada yang dilepas ada yang disuruh putar balik. Kita haru sama-sama fleksibel," tuturnya.

Sementara itu, Sambodo menyebut hingga Rabu (6/5), atau 12 hari pemberlakuaan larangan mudik, 12.512 kendaraan diperintahkan memutar balik.

Polisi dipastikan akan selalu memantau jalur mudik.

Seluruh kendaraan sudah diminta memutar balik menuju Jakarta dan sekitarnya. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idulfitri 1441 H dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19. (A-2)

 

BERITA TERKAIT