07 May 2020, 09:45 WIB

Meski Masih Tahun Depan, Australia Terbuka Terancam Batal


Antara | Olahraga

KETUA Asosiasi Tenis Australia Craig Tiley mengatakan turnamen Australian Terbuka tahun depan terancam batal atau digelar tanpa penonton umum karena pandemi covid-19.

Sejumlah turnamen tenis sudah ditangguhkan sejak awal Maret 2020 akibat penyebaran wabah covid-19 yang kian meluas hingga menewaskan lebih dari 256 ribu orang di seluruh dunia.

Australia Terbuka dijadwalkan pada 18-31 Januari 2021. Sementara itu, Prancis Terbuka dijadwal ulang dari Mei 2020 menjadi September 2020.

Baca juga: Dana Bantuan untuk Petenis Capai US$6 Juta

Penyelenggaraan Amerika Serikat (AS) Terbuka juga belum ada kepastian. Namun, nasib berbeda dialami kejuaraan Wimbledon yang harus dibatalkan.

Tiley memperkirakan pandemi covid-19 masih akan melanda Australia hingga 2021 mendatang, sehingga berisiko bagi perhelatan Australia Terbuka.

"Skenario terburuk adalah membatalkan Australia Terbuka. Namun, solusi terbaik saat ini mungkin tetap menyelenggarakan turnamen tersebut secara terbatas, artinya hanya boleh ditonton warga Australia saja," kata Tiley, Rabu (6/5).

Di Australia, tercatat kurang dari 7.000 orang terinfeksi covid-19. Kurang dari 1.000 orang masih dalam perawatan, sedangkan 96 orang meninggal dunia.

Rencananya, Jumat (8/5), pemerintah Australia akan melonggarkan aturan pembatasan sosial.

Sementara itu, penyelenggara tur tenis putra (ATP) dan tenis putri (WTA) telah menangguhkan seluruh turnamen hingga pertengahan Juli 2020. Tiley memperkirakan musim tenis tidak akan berlanjut hingga akhir tahun ini akibat pandemi covid-19.

"Kami sudah memperhitungkan beberapa kemungkinan, di antaranya mengenai waktu penyelenggaraan Australia Terbuka, siapa saja yang akan terdampak dan seperti apa dampaknya. Kami lakukan ini untuk seluruh staf kami, rekan dan juga sponsor kami. Kami berharap seluruh pihak bisa memahami dan mengambil tindakan," ungkap Tiley. (OL-1)

BERITA TERKAIT