07 May 2020, 07:39 WIB

Tri Suci Waisak Momentum Umat Budha Tingkatkan Kepedulian Sosial


Siswantini Suryandari | Humaniora

PERINGATAN Tri Suci Waisak 2546 BE/2020 Masehi sebagai momentum umat Budha di Indonesia untuk lebih meningkatkan kepedulian sosial dan keutuhan bangsa. Menteri Agama RI Fachrul Razi menyampaikan hal itu pidato menyambut Hari Raya Waisak 2546 BE melalui video conference yang ditayangkan oleh Kementerian Agama, Rabu (6/5) malam. Peringatan Tri Suci Waisak diselenggarakan hari ini, Kamis (7/5).

Sebelumnya Menag memberikan apresiasi kepada vihara-vihara dan umat Budha yang menyelenggarakan Waisak dengan sederhana, dan mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap mengutakaman protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19. 

"Saya mengajak umat Budha untuk berperan aktif memutus mata rantai penyebaran covid-19 sebagaimana Budha mengajarkan umatnya mengatasi penderitaan. Waisak 2546 BE/2020 Masehi ini mengusung tema  Dengan kesadaran dharma, kita tingkatkan kepedulian sosial demi keutuhan bangsa. Tema ini mengingatkan saudara atas nilai keutamaan dharma. Nilai pengorbanan hidup, nilai kebijaksanaan hidup, dan nilai kesempurnaan hidup yang telah dilakukan dan diajarkan oleh Budha," kata Menag.

Keberadaan dharma yang diyakini umat Budha bisa menjawab semua tantangan perubahan kehidupan manusia di dunia seperti dewasa ini. Budha meyakini semua persoalan yang terjadi hanya dapat diatasi apabila manusia memiliki kedaiamian dalam hidupnya. 

"Dan kedamaian yang ditopang oleh tekad teguh untuk menghayati kebenaran darma yang terus menghiasi sepanjang hidupnya. Melalui momentum Waisak 2020 ini saya berpesan kepada umat Budha untuk memperluas cahaya terang dharma itu dengan melaksanakan lima hal," sebutnya.

"Pertama adalah perilaku penuh cinta kasih. Kedua, perkataan penuh cinta kasih. Ketiga pikiran yang penuh cinta kasih. Keempat, kepedulian sosial untuk saling simpati dan tulus berkorban bagi sesama manusia. Dan kelima menjaga norma-norma sosial. Dan dharma punya pandangan yang luas dalam memahami perubahan," lanjut Menag.

baca juga: Kemenag belum Dapat Kepastian Soal Penyelenggaraan Haji

Menag juga berjarap seluruh umat Budha di Indonesia memiliki pikiran, ucapan dan perilaku damai sebagai wujud nyata cahaya kebenaran sebagai implementasi untuk meningkatkan kualitas beragama dan kerukunan antarsesama, serta kemajuan dan kesejahteraan bangsa ini. (OL-3)

BERITA TERKAIT