07 May 2020, 07:15 WIB

MA Israel Setujui Pemerintahan Koalisi Netanyahu-Gantz


Basuki Eka Purnama | Internasional

MAHKAMAH Agung (MA) Israel, Rabu (6/5), menyetujui kesepakatan koalisi antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan lawan politiknya Benny Gantz. Hal itu membuka jalan untuk pelantikan pemerintahan koalisi pada pekan depan.

MA menyidangkan delapan petisi yang menolak kesepakatan koalisi itu pada pekan ini. Namun, pengadilan tertinggi Israel itu memutuskan tidak ada alasan untuk mencegah terbentuknya pemerintahan yang dipimpin Netanyagu.

Setelah MA mengeluarkan putusan itu, partai sayap kanan pimpinan Netanyahu Likud dan koalisi Biru dan Putuh pimpinan Gantz merilis pernyataan bersama yang mengatakan pemerintahan baru akan dilantik pada 13 Mei mendatang.

Baca juga: Tiongkok Tantang Pompeo Ungkap Bukti Soal Lab di Wuhan

Israel sudah tidak memiliki pemerintahan stabil sejak koalisi Netanyahu dibubarkan pada Desember 2018 lalu.

Sejak saat ini, 'Negeri Zionis' itu telah menggelar tiga pemilu yang tidak membuahkan hasil dalam tempo kurang dari setahun dengan Netanyahi dan Gantz gagal membentuk koalisi.

Keduanya, akhirnya, sepakat pada bulan lalu untuk membentuk pemerintahan koalisi dengan Netanyahu menjabat sebagai perdana menteri selama 18 bulan pertama dengan Gantz akan menggantikannya di sisa masa jabatan.

Penentang koalisi itu mengatakan dakwaan kriminal terhadap Netanyahu seharusnya membuat dia tidak layak memimpin negara.

Netanyahu didakwa menerima suap dan menggunakan pengaruhnya untuk mendapatkan pemberitaan positif di media massa.

Pengadilan terhadap tuduhan terhadap Netanyahu itu akan dimulai pada 24 Mei mendatang.

MA mengatakan dengan menyetujui pemerintahan koalisi tidak berarti MA meremehkan dakwaan terhadap Netanyahu. Namun, MA menyimpulkan bahwa sidang itu bisa tetap digelar tanpa menghalangi terbentuknya pemerintahan. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT