07 May 2020, 05:45 WIB

Anies Siapkan 3.600 Kamar Inap dan 1.200 ICU untuk Pasien Korona


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan pihaknya mendukung penuh penanganan covid-19 di Jakarta. Hal itu dibuktikan dengan penyiapan 3.600 kamar khusus untuk pasien covid-19. Kamar-kamar perawatan ini tersebar di 190 RS yang ada di Ibu Kota.

"Alhamdulillah, kapasitas yang dimiliki memungkinan untuk handle. Untuk diketahui, Jakarta ada 190 rumah sakit. Yang hari ini handle covid, 172 rumah sakit," ungkap Anies saat menerima bantuan APD dari swasta pada Selasa (5/5) sebagaimana yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI, Rabu (6/5).

Dalam kesempatan itu, Anies menyampaikan kamar-kamar perawatan tersebut tidak pernah penuh. Hal itu menunjukkan antisipasi terhadap gejolak pertumbuhan pasien covid-19 sudah maksimal.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus 4.709 Orang

"Kita memiliki 3.600 kamar yamg disiapkan untuk covid. Alhamdulilah belum pernah penuh. Kita ada 1.200 ICU disiapkan untuk covid yang terpakai hanya 900-an," jelasnya.

Penyiapan kamar inap dan ruang ICU itu, menurut Anies, dilakukan sejak awal adanya kasus covid-19. Tujuannya agar pasien-pasien penyakit lain yang membutuhkan ICU tetap dapat terlayani dan tidak digeser untuk pasien covid.

"Jakarta menyiapkan sistem monitoring, fasilitas yang ada di seluruh RS. Dalam satu ini (angkat hp), kita tahu inventorinya. Itu dibuat April kemarin, saat kejadian kita buat. Sehingga, hari ini, kita bisa tahu rumah sakit mana kosong berapa termasuk untuk covid, termasuk RS mana butuh APD," paparnya.

Sementara itu, hingga saat ini, dengan terus melonjaknya kasus covid-19, Jakarta juga membutuhkan APD. Pemakaian APD di Jakarta mencapai 10 ribu unit per hari.

Anies menegaskan dengan kebutuhan ini, sudah seharusnya industri dalam negeri bergerak untuk tumbuh melihat celah.

"Kita sudah harus memikirkan produksi masif APD di dalam negeri. Terutama bukan masalah kemampuan menjahit tapi kualitas bahan. Itu tantangannya," jelasnya.

Kebutuhan bantuan APD pun menjadi penting untuk mendukung tenaga medis yang menjadi garda terdepan bagi pasien covid-19. (OL-1)

BERITA TERKAIT