07 May 2020, 04:30 WIB

Pemkot Tasikmalaya akan Gencarkan Sosialisasi PSBB


Kristiadi | Nusantara

HARI pertama penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tasikmlaya Jawa Barat, Rabu (6/5) belum berjalan efektif. masih banyak pertokoan yanag tetap buka    

"Saya bersama tim melakukan pemantauan di beberapa ruas jalan dan masih banyak toko pada hari pertama PSBB tetap buka. Informasi belum menyebar maksimal tetapi 80 persen penerapan sudah baik. Kami akan fokus melakukan sosialisasi karena akan dilakukan selama tiga hari ke depan," ujar Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

Budi mengungkapkan, penerapan PSBB perlu dukungan dan partisipasi di seluruh elemen masyarakat karena ini menjadi solusi terbaik untuk penanganan Covid-19. Namun, kedepan harus ada kesadaran untuk mematuhi aturan dan diharapkan penerapan tersebut juga bisa dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus korona.

"PSBB yang baru dilakukan sekarang ini masih belum optimal dan saya juga meminta supaya petugas menyosialisasikannya agar semua sadar aturan protokol kesehatan dan mereka harus selalu memakai masker, jaga jarak dan jangan berkerumun. Kami juga, meminta pada ojek online harus mengangkut barang tidak diperbolehkan angkut penumpang," paparnya.

Selama aturan PSBB, sebagian ruas jalan di Kota Tasikmalaya ditutup. Pemkot Tasikmalaya melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan titik menuju pusat kota.

Penutupan beberapa ruas jalan membuat warga kebingungan. Banyak kendaraan warga harus berputar-putar arah akibat penutupan tersebut .

Beberapa ruas jalan di Kota Tasikmalaya yang ditutup selama PSBB antara lain Jalan Oto Iskandar Dinata, Sutisna Senjaya, HZ Mustofa, Cicurug, Tanuwijaya, Rumah Sakit, Padayungan, serta Padasuka.

"PSBB di Kota Tasikmalaya memang sangat cepat dibandingkan dengan di Kabupaten Tasikmalaya. Namun, pemberlakuan belum optimal. Beberapa pegawai yang bekerja di Singaparna masih berputar di Kota Tasikmalaya selama 1,5 jam," kata Lastri, ASN dinas pendidikan Lastri. (R-1)

BERITA TERKAIT