07 May 2020, 05:05 WIB

Jumlah Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Turun Drastis


Arnoldus Dhae | Ekonomi

SELAMA empat bulan pertama (kuartal) 2020, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali tercatat melayani 36.490 pergerakan pesawat udara dan 4.761.786 penumpang. Jumlah tersebut menurun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama 2019 lalu, tercatat sebanyak 49.186 pesawat dan 7.282.145 penumpang telah keluar masuk Bali melalui Bandara Ngurah Rai.

"Kami mencatat adanya penurunan yang cukup signifikan para periode yang sama pada 2020 ini dibanding dengan 2019 lalu. Untuk pergerakan pesawat udara, terdapat penurunan sebesar 35% sedangkan untuk pergerakan penumpang turun 53% ," ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado, Rabu (6/5).

Khusus untuk April 2020, sebanyak 94.480 penumpang terlayani di Bandara Ngurah Rai. Dari jumlah tersebut, 12.791 merupakan penumpang rute internasional dan 81.689 penumpang rute domestik. Para penumpang terangkut melalui 1.893 pesawat.

Sedangkan pada April 2019 lalu, total penumpang yang terangkut sebanyak 1.884.646 orang dengan pembagian 1.121.213 penumpang rute internasional dan 763.433 penumpang dari rute domestik. Para penumpang  terangkut dengan 12.667 pesawat.

"Untuk April 2020 dibandingkan dengan statistik di April 2019, dari kedua rute sama-sama mencatat selisih perbedaan yang sangat besar. Beberapa hal menjadi faktor utama penurunan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat ini," jelas Herry.

Ditambahkan Herry, beberapa faktor yang membuat jumlah penumpang pada April 2020 menurun adalah aturan pembatasan dari pemerintah terhadap penumpang dengan kategori tertentu, kebijakan penutupan wilayah atau lockdown yang diterapkan beberapa negara terkait pandemi Covid-19, serta penghentian sementara operasional penerbangan untuk rute tertentu.

Keluarnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 terkait larangan mudik akhir April lalu, akan makin menurunkan jumlah penumpang pesawat terbang. "Kemungkinan besar penurunan jumlah penumpang dan jumlah pergerakan pesawat udara ini akan berlanjut di bulan Mei ini," ujar Herry. (R-1)

 

BERITA TERKAIT