07 May 2020, 03:30 WIB

Ratusan Masjid di DIY Masih Gelar Salat Tarawih


Ardi Teristi | Nusantara

WALAU ada imbauan untuk tidak menggelar solat berjamaan di tengah wabah Covid-19, sekitar 120 masjid di DIY masih melaksanakan salat tarawih. Hal tersebut disampaikan oleh Noviar Rahmad, Kepala Satpol PP DIY.

"Kami sedang membuat konsep surat edaran gubernur agar Kanwil Kemenag  membina kembali takmir-takmir masjidnya," kata dia di Komplek Kepatihan, Rabu (6/5).

Langkan tersebut dilakukan karena pihaknya tidak mungkin melakukan tindakan represif untuk membubarkan jamaah salat tarawih. Oleh sebab itu, lanjut  dia, penanganan jamaah tarawih tersebut diserahkan kepada Kanwil Kementerian Agama.

Selain kegiatan salat tarawih, pihaknya juga gencar melakukan patroli pemakaian masker dan physical distancing. Jika ada ada orang yang kedapatan keluar rumah tanpa masker, pihaknya akan memberi masker.

Selain itu, pihaknya juga sudah membubarkan sekitar 1700 kerumunan secara persuasif. Selain dibubarkan, warga yang kedapatan berkerumun akan diperiksa suhu tubuhnya.

Total sudah ada 37 pelaku usaha yang diminta membuat surat mernyataan agar tempat usaha mereka tidak menjadi tempat berkerumun. "Kita tidak melarang berjualan, tetapi meminta pelaku usaha menerapkan  protokol kesehatan," kata dia

Noviar juga menyampaikan, pihaknya juga mewaspadai adanya lonjakan pemudik  yang akan kucing-kucingan dengan petugas agar mereka bisa masuk DIY. Pasalnya, mulai hari Rabu (6/5), Jawa Barat menerapkan PSBB.

Noviar juga menyampaikan, data pemudik dari zona merah dari 20 Maret 2020 hingga 6 Mei 2020 yang masuk DIY sekitar 31.290 orang. (R-1)

BERITA TERKAIT